Tersangka Kasus Korupsi Asabri Pemegang Saham Terbesar di Hotwl Brothers Solo Baru

Tersangka Kasus Korupsi Asabri Pemegang Saham Terbesar di Hotwl Brothers Solo Baru
Hotel Baru Solo Brothers Sukoharjo

Solopos.com, SUKOHARJO – Tersangka kasus korupsi PT Asabri, Benny Tjokrosaputro diketahui memiliki saham terbesar di Hotel Brothers Solo Baru yang disita penyidik ​​Kejaksaan Agung, Kamis (1/4/2021). ).

Sebelum menyita hotel bintang tiga tersebut, tim penyidik ​​Kejaksaan Agung melakukan penelusuran dan penelitian terhadap pemegang saham Hotel Bersaudara di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sukoharjo dan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sukoharjo.

Baca juga: 4 Kisah Penemuan Harta Karun di Soloraya, Ada Puluhan Kilogram Emas

Pelacakan

Kepala Kejaksaan Negeri Sukoharjo, Tatang Agus Volleyantono mengatakan, tim penyidik ​​Kejaksaan Agung tengah melacak aset milik tersangka Benny Tjokrosaputro selama beberapa hari pekan lalu. Mereka mendatangi kantor BPN Sukoharjo untuk memastikan legalitas tanah tersebut. Kemudian, tim investigasi juga mendatangi kantor DPMPTSP Sukoharjo untuk mencari informasi pemegang saham hotel.

“Tersangka Benny Tjokrosaputro memiliki saham dominan di Hotel Brothers, Solo Baru. Demikian hasil penelitian tim penyidik ​​Kejaksaan Agung menelusuri aset di BPN Sukoharjo dan DPMPTSP Sukoharjo, ”ujarnya saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Hotel Baru Kakak Beradik Solo Disita Kejaksaan Agung, Bagaimana Nasib Para Pegawai?

Tatang mengatakan, penyidik ​​Kejaksaan Agung belum mengoordinasikan pengoperasian hotel yang disita itu. Sejauh ini belum ada instruksi dari penyidik ​​Kejaksaan Agung untuk menghentikan operasional Hotel Saudara Solo Baru. Hal itu menjadi kewenangan penyidik ​​Kejaksaan Agung mengusut kasus korupsi PT Asabri senilai Rp23,7 triliun.

Dalam kasus ini, Kejaksaan Sukoharjo hanya membantu dan memfasilitasi penyitaan dan pemeriksaan saksi oleh penyidik ​​Kejaksaan Agung.

"Seharusnya, obyek operasional tindak pidana itu dihentikan. Namun, tergantung penyidik ​​kejaksaan akan menghentikan atau membolehkan hotel tetap beroperasi. Saat ini hotel tidak dalam posisi mengizinkan atau tidak beroperasi," katanya.

Baca:  Wow, Ibu Hamil Melahirkan di Pesawat Lion Air!

Baca juga: Harga Cabai Merah Cabai di Sukoharjo Turun, Ganti Telur dan Daging Ayam Budidaya

Nilai kerugian negara akibat korupsi dalam kasus Asabri memang fantastis, mencapai triliunan rupiah. Ada kemungkinan harta benda lain milik tersangka kasus korupsi Asabri telah disita penyidik ​​Kejaksaan Agung.

Tatang masih menunggu konfirmasi dari penyidik ​​Kejaksaan Agung terkait kelanjutan penyidikan dan penyitaan Hotel Brothers Solo Baru.

"Bisa jadi penyidik ​​kejaksaan akan langsung menemui manajemen hotel terkait pengoperasian hotel. Itu kewenangan penyidik ​​kejaksaan," jelasnya.

Baca juga: Penyanyi dangdut asal Sragen tewas tertabrak truk di Kartasura

Ketua DPMPTSP Sukoharjo Abdul Haris Widodo tak menampik tim penyidik ​​Kejaksaan Agung didampingi petugas Kejaksaan Sukoharjo mendatangi kantor DPMPTSP Sukoharjo untuk mencari data perizinan Hotel Brothers Solo Baru pekan lalu. Namun, Haris belum mengetahui dengan jelas tujuan tim penyidik ​​Kejaksaan Agung mencari data perizinan hotel. Bahkan, Haris mengetahui kasus penyitaan Hotel Bersaudara dari media massa.

“Saat itu saya kaget karena cukup banyak tim penyidik ​​dari Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Sukoharjo. Saya kira hanya dua atau tiga orang. Mereka mencari data perizinan termasuk Hotel Saudara Solo Baru, "dia berkata.

Postingan Tersangka Kasus Korupsi Asabri Pemegang Saham Terbesar di Hotwl Brothers Solo Baru muncul pertama kali di Solopos.com.