Si

Bebaskan Si Kecil Berjalan “Nyeker” untuk Memperkuat Tulang Kakinya

Bebaskan Si Kecil Berjalan “Nyeker” untuk Memperkuat Tulang Kakinya

Melihat si kecil yang sibuk berlarian tanpa alas kaki kerap membuat orang tua grogi. Bagaimana bisa? Jalanan belum sepenuhnya aman karena dipenuhi “ranjau” tanah, batu tajam, bahkan pecahan kaca yang berisiko tinggi melukai anak-anak. Faktanya, anak-anak lebih baik disarankan untuk dibiarkan bebas bergerak tanpa alas kaki sama sekali. Bahkan tanpa sendal atau sepatu empuk.

Meski ditakuti, membiarkan anak berjalan tanpa alas kaki memiliki banyak manfaat. Berikut ulasannya.

Berjalan tanpa alas kaki membantu anak berjalan dengan mantap

Anak kecil cenderung melangkah tegak dengan dagu dan kepala sedikit dimiringkan saat mereka berjalan tanpa alas kaki. “Karena telapak kaki mereka langsung menyentuh tanah, mereka tidak perlu sering menunduk saat berjalan, itulah yang membuat mereka berpaling yang seperti itu kehilangan keseimbangan dan jatuh, "kata Tracy Byrne, seorang ahli penyakit kaki Telegrap.

Anak-anak umumnya memiliki kaki yang rata. Byrne melanjutkan, berjalan tanpa alas kaki akan memperkuat otot dan ligamen kaki anak serta membentuk lengkung kaki mereka. Mereka belajar berjalan dan menyeimbangkan diri dengan lebih baik saat mereka bisa menggunakan jari kaki untuk mencengkeram tanah. Pada akhirnya, ini akan melatih anak untuk mengembangkan postur dan gaya berjalan yang lebih baik.

Anak-anak yang belajar berjalan menerima informasi sensorik penting dari telapak kaki mereka. Telapak kaki memiliki

Ibuprofen, Si Pereda Demam dan Nyeri yang Aman untuk Anak-anak

Ibuprofen adalah obat yang biasa digunakan untuk mengobati demam Pada anak-anak. Demam dan nyeri merupakan keluhan yang cukup sering terjadi pada masa kanak-kanak. Demam atau nyeri pada bayi sering terjadi secara tiba-tiba sehingga mengganggu aktivitas si kecil dan tentunya membuat cemas bapak dan ibu.

Demam yang tinggi dan terus menerus dapat menyebabkan anak menjadi gelisah, dehidrasi, nafsu makan berkurang, bahkan dapat memicu kejang pada anak-anak tertentu (terutama untuk anak itu yang memiliki bakat kejang demam dalam keluarga).

Penyebab nyeri pada anak dapat dipicu oleh proses infeksi (seperti radang tenggorokan / sakit kepala), trauma (seperti nyeri pada tulang atau otot setelah terjatuh), atau setelah prosedur seperti pembedahan.

Meski begitu, orang tua tetap perlu menghadapi demam yang menyerang anak dengan beberapa cara yang bisa dilakukan di rumah. Salah satunya dengan pemberian obat yang mengandung ibuprofen.

Mengobati demam anak dengan ibuprofen

Anak itu sakit demam imunisasi polio

Ibuprofen merupakan salah satu pilihan obat yang tepat dan aman untuk meredakan demam atau nyeri pada anak. Sebuah studi meta-analisis yang diterbitkan oleh National Library of Medicine membuktikan ibuprofen memiliki profil keamanan dan tingkat toleransi yang sama dengan parasetamol..

Meskipun ibuprofen dilaporkan memiliki risiko gangguan saluran cerna bagian atas, berbagai penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara ibuprofen

Si Kecil Demam Setelah Imunisasi? Redakan dengan Cara Ini

Dengan imunisasi, anak akan terhindar dari berbagai penyakit lainnya. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mengeluarkan prosedur pemberian imunisasi bagi puskesmas, praktik dokter swasta, dan rumah sakit agar tetap aman di tengah pandemi COVID-19. Namun, imunisasi bisa memicu efek samping, seperti demam.

Yuk simak cara meredakan demam usai imunisasi agar anak kembali ceria.

Seputar imunisasi untuk balita

Imunisasi rutin tetap harus dilakukan selama pandemi. Hal ini memang penting untuk kesehatan balita dan masyarakat sekitar. Mengutip dari National Health Security (NHS), manfaat imunisasi adalah:

  • Jauhkan anak dari penyakit serius dan berbahaya
  • Lindungi orang lain di lingkungan
  • Menurunkan prevalensi bahkan menghilangkan suatu penyakit jika banyak orang mendapat vaksin untuk suatu penyakit tertentu

Beberapa ibu mengkhawatirkan imunisasi karena dapat memicu efek samping. Oleh karena itu, banyak orang tua yang mencari cara untuk menurunkan demam setelah imunisasi atau efek samping lainnya. Namun perlu anda ketahui bahwa pemberian vaksin itu aman karena:

  • Jangan sebabkan autisme
  • Aman untuk daya tahan tubuh anak
  • Tidak mengandung merkuri
  • Vaksin telah diteliti dan diuji dengan baik untuk memastikan tidak berbahaya bagi anak-anak

Cara kerja dan efek samping setelah imunisasi

Imunisasi "mengajarkan" cara membuat sistem kekebalan antibodi untuk melindungi tubuh si kecil dari penyakit. Alhasil, sistem imun

Lezat! Berikut 5 Rekomendasi Keju untuk MPASI Si Kecil!

Lezat! Berikut 5 Rekomendasi Keju untuk MPASI Si Kecil!

Sudah pernah kasih kreasi menu Bu MPASI Kecil? Wah, pasti banyak banget! Pastikan semua menu yang ibu sediakan bergizi dan bergizi seimbang untuk menunjang tumbuh kembangnya. Bagi sebagian ibu, mengenalkan keju sebagai makanan pendamping sepertinya menjadi keharusan! Mengapa? Rasanya yang enak dan cocok untuk menu apa saja, membuat si kecil bersemangat untuk makan.

Seperti nasi goreng yang dicampur keju untuk si kecil, tahu kue yang dicampur keju, atau puding dengan saus keju. Dari menunya saja sudah bikin kita gurih, apalagi buat si kecil. Namun pengenalan keju untuk si kecil disarankan pada usia 8 atau 9 bulan ya Bu dan pastikan si kecil tidak memiliki riwayat alergi tertentu seperti susu.

Manfaat Keju untuk Makanan Bayi Padat

sumber gambar: mentalfloss.com

Mengapa keju? Karena keju memiliki banyak manfaat untuk menunjang tumbuh kembang si kecil ya Bu! Nah, berikut beberapa manfaat keju untuk bayi:

  • Keju kaya akan kalsium yang dapat memperkuat pertumbuhan tulang dan gigi serta melindungi gigi dari kerusakan.
  • Terdapat banyak protein dalam keju yang berguna untuk tumbuh kembang si kecil secara optimal.
  • Keju merupakan salah satu asupan yang tepat untuk menambah energi si kecil karena kaya akan kalori.
  • Keju ternyata mengandung vitamin A yang baik untuk menjaga kesehatan mata bayi.
  • Dengan mengonsumsi