RSUD

30 Orang Reaktif Covid-19 dari Hasil Rapid Antigen di RSUD Karanganyar

30 Orang Reaktif Covid-19 dari Hasil Rapid Antigen di RSUD Karanganyar

jam kunjungan rapid test antigen RSUD karanganyar rapid test antigen karanganyar

Solopos.com, KARANGANYAR – RSUD Karanganyar mulai menerapkan layanan tes usap cepat antigen Covid-19 kepada masyarakat sejak Senin (28/12/2020). Selama tiga hari dibuka layanan, RSUD Karanganyar langsung mendapat permintaan tinggi dari masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bagian Penunjang Medik dan Non Medik RSUD Karanganyar Katarina Iswati saat dihubungi. Solopos.com, Kamis (31/12/2020). Ia mengatakan, selama pelaksanaan skrining Covid-19 dengan metode antigen usap cepat, RSUD Karanganyar telah melayani 200 orang.

Polisi: Gisel tidak sengaja merekam video porno, lalu menyebar

Dari total penggunaan rapid antigen device, 100 di antaranya digunakan pada saat public rapid antigen service dibuka.

"Kami sudah melakukannya sejak Senin [rapid antigen untuk umum]. Memang, secara umum penggunaan antigen cepat meningkat pesat. Selama tiga hari kami telah melayani sekitar 100 orang. Hari pertama sekitar 25 orang pada hari Senin, hari kedua dua kali lipat sekitar 50 orang, dan hari ketiga sekitar 20 orang. Permintaannya tinggi, tidak hanya dari pemudik, tapi dari masyarakat umum yang ingin mengetahui kondisi kesehatan Covid-19 juga, ”jelasnya.

Dari total penggunaan alat antigen cepat Covid-19, ia mengatakan sekitar 30 orang terdeteksi reaktif. Sebagai tindak lanjut dari kasus tersebut, pihaknya mendidik dan mengecek kondisi kesehatan yang bersangkutan.

Waspada Kasus Ledakan, Satgas Covid-19 Sukoharjo Siapkan 100 Tempat Tidur di RS MERC

Ogah Kecolongan, Setiap Pasien Masuk RSUD Sragen Wajib Rapid Test

Ogah Kecolongan, Setiap Pasien Masuk RSUD Sragen Wajib Rapid Test

PDP covid-19 RSUD sragen rapid test pasien

Solopos.com, SRAGEN — RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen mengambil kebijakan melakukan screening seluruh pasien rawat inap yang masuk lewat Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun poliklinik dengan pemeriksaan rapid test.

Kebijakan itu diambil lantaran RSUD Sragen tak ingin kecolongan dengan adanya tenaga kesehatan (nakes) yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 18 orang per Selasa (18/8/2020).

Sebanyak 18 nakes itu asimtomatik dan menjalani isolasi mandiri di RSUD Sragen. Direktur RSUD Sragen dr Didik Haryanto saat ditemui Solopos.com, Selasa sore, menjelaskan nakes tersebut tidak semuanya tenaga medis.

Mal Pelayanan Publik Jenderal Sudirman Solo Diresmikan, Ini Layanan Yang Bisa Diakses

Di antara tenaga medis positif Covid-19 yang membuat RSUD Sragen mengambil kebijakan wajib rapid test bagi pasien itu ada pula dari petugas cleaning service. Juga petugas dorong amben pasien, petugas keamanan (security), dan tenaga administrasi.

“Per kemarin [Senin, 17/8/2020], jumlah nakesnya 13 orang, sekarang 14 orang. Kasus nakes yang terkonfirmasi positif meledak ini karena pasien tidak jujur. Kalau prosedur tetap [protap] di RSUD itu ada zona-zonanya. Setiap zona ada APD [alat pelindung diri] yang disesuaikan, misalnya level I, II, atau III,” jelas Didik.

Pasien Tidak Jujur

Dia menjelaskan banyaknya nakes positif Covid-19 itu diduga karena terjadi penularan di luar ruang isolasi. Dia mengatakan semua …