PTSD

Trauma Covid-19 Bisa Picu PTSD, Bagaimana Mengatasinya?

Trauma Covid-19 Bisa Picu PTSD, Bagaimana Mengatasinya?

asn karanganyar covid-19 wonogiri sukoharjo Infografik Positif Covid-19 (Solopos / Whisnupaksa)

Solopos.com, SOLO – Fenomena menyalahkan diri sendiri yang dialami relawan dan survivor Covid-19 Raafi Seiff merupakan peristiwa traumatis. Trauma Covid-19 yang bisa memicu gangguan stres pasca-trauma atau PTSD bagaimana mengatasinya?

Ini membutuhkan manajemen stres dan bimbingan untuk pasien Covid-19 saat berada di rumah sakit melalui bantuan psikolog. PTSD umum terjadi di antara penderita Covid-19. Di Cina, a penilaian online Dari 730 pasien Covid-19 di daerah isolasi yang disediakan pemerintah, 96,2% menderita PTSD. Sementara di Korea Selatan, 12-13 orang dari 64 penyintas mengalami PTSD dari wawancara telepon.

Studi lain menemukan bahwa dari 570 responden berusia 14-35 tahun di China, 12,8% mengalami PTSD. Ini terjadi karena itu ada gaya koping yang tidak bagus. Mengatasi adalah cara seseorang menghadapi masalah.

Baca juga: Diperkenalkan ke Indonesia, Dayana diundang ke KBRI Nur-Sultan

Sekretaris Jenderal Federasi Asosiasi Psikiatri Asia, Nova Riyanti Yusuf, berpendapat gejala PSTD bisa ditekan dengan penguatan. sistem pendukung pasien selama isolasi. Misalnya, rumah sakit menyediakan fasilitas pojok teman yang memungkinkan keluarga berkomunikasi dengan pasien, meski secara virtual.

Di Wisma Atlet, sistem pendukung dibangun dengan mengirimkan pesan suara yang berisi penegasan positif kepada semua pasien. "Jika tekanan psikologis Ketakutan yang tidak terawat akan perilaku kesehatan yang buruk dapat menghambat. Misalnya tidak kooperatif saat menangani …