Pemkab

Pemkab Sragen Bakal Ikuti Jejak Pemprov Jateng dengan Menaikkan UMK 2021

Pemkab Sragen Bakal Ikuti Jejak Pemprov Jateng dengan Menaikkan UMK 2021

Pelonggaran PSBB

Solopos.com, SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen berpeluang mengikuti jejak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yakni menaikkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) pada 2021. Keputusan tentang UMK baru akan dibahas dan diputuskan pada November 2020.

Plt Bupati Sragen Dedy Endriyatno mengatakan, nilai UMK di Sragen pada tahun 2021 ditentukan dengan mengakomodir semua kepentingan, pengusaha, industri, buruh, dan inflasi. UMK Sragen 2021 berpotensi meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.815.914 / bulan.

Penjelasan tersebut disampaikan Dedy saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Sragen, Senin (11/2/2020). Dedy menyampaikan nilai UMK Sragen 2021 akan dibahas dengan Dewan Pengupahan pekan ini. Ia melihat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sudah menetapkan UMK dan hal ini segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Sragen.

Korban lain berjatuhan, petani Sragen tewas tersengat perangkap tikus di persawahan

“Keputusan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) dan Gubernur Jawa Tengah tentang UMK 2021 akan dipertimbangkan. Selain itu, kami juga memperhatikan semua kepentingan, baik dari sisi pengusaha, industri, buruh dan inflasi. Kami akan Coba lihat kemungkinan di tingkat daerah, Soloraya dan nasional. Kalau potensi meningkat kenapa tidak, tapi semua kepentingan harus dilindungi, ”ujarnya.

Dedy menilai UMK di Sragen kemungkinan besar akan bertambah. Ia mengatakan akan mempelajari kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dalam pembahasan UMK.

Sementara itu, mantan Ketua Serikat Pekerja …

Pekerja Seni Wonogiri Menjerit, Desak Pemkab Izinkan Hajatan

Pekerja Seni Wonogiri Menjerit, Desak Pemkab Izinkan Hajatan

normal baru oleh Art Worker Wonogiri

Solopos.com, WONOGIRI – Persatuan pekerja seni di Wonogiri mendesak pemerintah segera memutuskan nasib mereka.

Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Wonogiri belum mengizinkan warganya mengadakan hajatan besar-besaran. Padahal, para pekerja seni biasanya melakukan pekerjaannya pada acara-acara hajatan.

Pekerja seni yang dimaksud adalah pengisi hiburan seperti campursari, dangdut, termasuk fotografer pengantin, tata rias, catering dan pekerjaan lain yang berhubungan dengan hajatan orang.

Usir Rasa Bosan, Jatim Park Hadirkan Promo Ceria September Predator Fun Park

“Sampai saat ini kami belum menerima kejelasan nasib kami. Surat edaran terkait hasil sidang beberapa waktu lalu dengan pemkab belum juga dibuat. Saat itu kami belum mendapat keputusan yang melegakan, kata Ketua Persatuan Pekerja Seni dan Budaya Wonogiri (Paseban Giri) Ruslan, saat itu. dihubungi Solopos.com, Jumat (4/9/2020).

Ia mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat kepada Bupati Tata Usaha (TU) beberapa waktu lalu. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi. Surat itu berisi tentang hajatan terbatas yang sempat diucapkan Bupati beberapa waktu lalu.

“Kalau hajatan yang diperbolehkan hanya 40 persen dari kapasitas ruangan, berarti hajatannya tidak bisa besar-besaran. Warga juga akan berpikir ulang jika akan menyebarkan undangan,” ujarnya.

Menulis ke DPRPD

Ia mengatakan para pekerja seni juga menyurati DPRD. Namun juga belum ada tanggapan. Surat dikirim untuk mengundang audiensi dengan …