Pasar

Enaknya Belanja di Pasar Sambirejo Madiun, Pengunjung Bisa Sekalian Baca Buku

Enaknya Belanja di Pasar Sambirejo Madiun, Pengunjung Bisa Sekalian Baca Buku

Solopos.com, MADIUN — Pemerintah Desa Sambirejo bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun menyediakan perpustakaan keliling di Pasar Legi Sambirejo, Kecamatan Jiwan. Pedagang dan pembeli di Pasar Jiwa bisa membaca seratusan buku yang disediakan perpustakaan keliling ini. Asyik ya!

Ini merupakan salah satu cara pemerintah desa setempat untuk mengampanyekan budaya membaca di kalangan masyarakat.

Perangkat Desa Sambirejo, Ajar Putra Dewantoro, mengatakan program Perpustakaan Terapan untuk Kesejahteraan ini disediakan bagi pengunjung pasar. Selain itu, para pedagang yang berjualan di pasar tradisional tersebut juga diminta untuk ikut terlibat aktif dalam meramaikan perpustakaan ini. Sehingga nantinya jumlah pengunjung pasar juga bisa bertambah.

Baca Juga: Jempol! Masyarakat Madiun Kirim 5 Ton Bantuan ke Korban Bencana Kalsel

Ajar menuturkan ada lebih dari seratus buku dengan tema-tema terapan di bidang pertanian, kerajinan, peternakan, dan lainnya yang disediakan di perpustakaan ini. Melalui buku terapan ini, masyarakat bisa mendapatkan ide bisnis maupun menambah wawasan terkait pengembangan teknis di bidang pertanian, kerajinan, maupun peternakan.

“Program rolling buku ini sebenarnya merupakan program dari Dinas Perpustakaan Kabupaten Madiun. Buku bacaan terapan ini sangat diperlukan sebagai pembuka wacana warga untuk berkreasi dalam bertahan di masa pandemi,” kata dia yang dihubungi Madiunpos.com, Jumat (29/1/2021).

Baca Juga: Didenda Rp50.000 karena Tak Pakai Masker,

Tahun Ini Tak Ada Revitalisasi Pasar Skala Besar di Wonogiri, Kenapa?

Tahun Ini Tak Ada Revitalisasi Pasar Skala Besar di Wonogiri, Kenapa?

Pasar Pracimantoro Wonogiri (Bayu Jatmiko Adi / JIBI / Solopos)

Solopos.com, WONOGIRI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri akan kembali membatalkan program revitalisasi pasar skala besar tahun ini.

Pasalnya, salah satu dari lima program prioritas pemerintah kabupaten membutuhkan dana yang besar. Sementara itu, hingga saat ini belum ada tanda-tanda pandemi Covid-19 akan berakhir.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Koperasi Industri Kecil dan Menengah (KUKM Perindag) Wonogiri, Agus Suprihanto, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, belum lama ini disampaikan bahwa pada tahun 2021 program revitalisasi pasar besar tidak lagi dianggarkan sama seperti tahun 2020 dan 2019.

Viral Penjual Mi Ayam Kaukasia di Jogja, Harga Murah Mulai Rp7.000

Padahal, kemungkinan besar tahun ini program fisik terkait pasar hanya akan dilakukan pemeliharaan rutin. Anggarannya sekitar Rp. 200 juta untuk 26 atau seluruh pasar yang tersebar di berbagai kabupaten.

Meski belum ada program revitalisasi pasar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tahun lalu pemkab masih memiliki kegiatan fisik yaitu rehab Pasar Eromoko.

Proyek ini bersumber dari bantuan keuangan provinsi (bankeuprov) senilai lebih dari Rp 5 miliar. Agus mengatakan saat itu proyek tersebut hampir gagal dilaksanakan karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah harus mencabut anggaran. refocussing.

Lelang gagal

Seiring berjalannya waktu, anggaran rehabilitasi Pasar Eromoko muncul kembali, namun mendekati akhir tahun. Agus …