Kok

sumber: beritasatu

Tanpa Pendarahan Bisa Keguguran? Kok Bisa?

Puncak dari semua masalah dalam kehamilan adalah keguguran. Kondisi tersebut sangat dihindari oleh pasangan yang sedang menantikan buah hatinya. Biasanya, kondisi ini terjadi ketika usia kehamilan kurang dari 14 minggu. Risikonya pun akan berkurang seiring dengan perkembanga janin bayi di dalam perut Mama.

Pada umumnya, keguguran ditandai dengan adanya pendarahan. Oleh sebab itu tidak heran jika ibu hamil panik ketika terjadi pendarahan dari vaginanya. Namun, tidak selamanya keguguran ditandai dengan pendarahan. Pernahkah Mams mendengar kasus keguguran tanpa pendarahan? Hal ini ternyata dapat terjadi lho Mams. Bahkan, seorang ibu hamil bisa saja tidak menyadari bahwa dirinya telah mengalami keguguran hingga dokter tidak lagi mendengar detak jantung ketika pemeriksaan USG rutin. Sebenarnya, seperti apa sih keguguran tanpa pendarahan tersebut?

Ciri Keguguran Tanpa Pendarahan

Sebelum mengetahui kemungkinan terjadinya fenomena ini, pendarahan ketika sedang hamil muda menjadi tolak ukur kepanikan ibu hamil. Jika keguguran bisa terjadi tanpa pendarahan, lantas bagaimana cara mendeteksinya?

Berikut ciri keguguran tanpa pendarahan yang bisa Mams jadikan tolak ukur untuk periksa lebih lanjut terkait perkembangan janin.

  • Mual, muntah, atau diare
  • Tes kehamilan dengan hasil negatif
  • Faktor keturunan (memiliki riwayat keluarga yang pernah mengalami keguguran tanpa pendarahan)
  • Sakit punggung
  • Melambatnya gerakan janin atau bahkan terhenti

Baca Juga: 6 Kelainan Janin yang