Ketahui

Menghukum Anak atau Mendisiplinkan Anak? Ketahui Mams!

Menghukum Anak atau Mendisiplinkan Anak? Ketahui Mams!

Disiplin pada anak harus dilatih sejak dini, namun menghukum anak dianggap sebagai cara yang tepat agar anak bisa disiplin! Hmmm … Apa itu benar Bu?

Bunda harus tahu, ternyata menghukum anak bukanlah cara yang efektif untuk membuat mereka menjadi disiplin. Menurut psikolog, menghukum justru akan membuat anak mengulangi kesalahannya lagi! Lalu, bagaimana cara yang benar agar anak bisa disiplin?

Perbedaan antara Menghukum Anak dan Mendisiplin Anak

Jelas, menghukum dan mendisiplinkan anak adalah tindakan yang sangat berbeda. Menghukum anak merupakan salah satu tindakan yang akan membuat anak merasa bersalah atas perbuatannya, namun menghukum bukan berarti anak bisa menjadi jera ya! Anak-anak bisa saja mengulangi kesalahan yang sama suatu hari nanti, dan tentu saja Mama akan menghukumnya lagi. Selain itu, menghukum anak juga menunjukkan bahwa Mama tidak setuju dengan apa yang dilakukan anak.

Baca Juga: Menjaga Psikologi Anak Jadi Tak Mudah Memarahinya!

Berbeda dengan mendisiplinkan anak, yaitu dengan mengajarkan anak bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya. Disiplin lebih mengarahkan anak pada hasil dari apa yang telah dilakukannya, dengan menjelaskan akibat dari perbuatan anak tersebut, tentunya dia akan mengerti dan tidak akan mengulanginya karena dia sadar jika dia melakukannya lagi akan terjadi. hasil yang akan dia terima.

Dengan mengajarkan disiplin kepada anak-anak, …

Kekerasan pada Anak Saat Pandemi Meningkat, Ketahui Penyebabnya!

Kekerasan pada Anak Saat Pandemi Meningkat, Ketahui Penyebabnya!

Coba hitung selama pandemi melanda, sudah berapa kali Mampaps memarahi Si Kecil? Semoga nggak ada ya atau hanya bisa dihitung jari, amin. Namun, tahukah Mampaps kekerasan pada anak saat pandemi ternyata meningkat loh! Kekerasan ini terjadi baik secara verbal maupun kekerasan fisik.

Tentu kekerasan pada anak ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti Mampaps belum terbiasa untuk menghadapi perubahan baru selama pandemi, seperti semua hal dikerjakan dari rumah. Bukan hanya itu, kecemasan terhadap sesuatu seperti kesehatan, keuangan, pendidikan anak dan lainnya secara berlebihan bisa meningkatkan stres sehingga kekerasan terjadi.

Kasus Kekerasan Anak Saat Pandemi

Kekerasan pada anak

Masih ingat kan Mampaps, beberapa kasus kekerasan pada anak yang sempat viral? Salah satunya adalah orang tua yang sedang membimbing anaknya untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring. Banyak di antara mereka tertangkap kamera sedang memukul sang anak karena tidak paham dengan apa yang sedang diterangkannya.

Baca Juga: Viral Mama Cambuk Anak, Stop KDRT pada Anak!

Mengingat kejadian pada September lalu, tersebar video viral berdurasi 4 menit 39 detik di mana sang ibu mencambuk anak kandungnya menggunakan selang saat mengerjakan tugas sekolah. Video ini beredar di Grup Facebook Info Malang Raya, terlihat jelas bahwa sang ibu mencambuk sang anak yang sedang ia bimbing untuk mengerjakan …

Cacat Lahir pada Bayi, Ketahui Penyebab dan Cara Mencegahnya

Bukan perkara mudah bagi orang tua untuk menerima kenyataan bahwa bayinya terlahir tidak sempurna. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan bayi mengalami cacat lahir. Apa penyebab bayi lahir cacat dan dapatkah dicegah?

Apa cacat lahir pada bayi?

kelainan kongenital Cacat bawaan pada bayi baru lahir

Mengutip dari Kementerian Kesehatan RI, kelainan kongenital atau cacat lahir adalah kelainan struktural atau fungsional yang dikenali sejak bayi baru lahir.

Kondisi kesehatan bayi yang mengalaminya biasanya bergantung pada organ atau bagian tubuh yang terlibat serta tingkat keparahan yang dimilikinya.

Berdasarkan WHOCacat lahir dialami oleh sekitar 1 dari 33 bayi di dunia. Faktanya, ada sekitar 3,2 juta bayi lahir dalam kondisi tidak sempurna di seluruh dunia setiap tahunnya.

Sementara di Asia Tenggara saja, bayi lahir cacat atau cacat bawaan mencapai 90.000 kematian.

Ada dua jenis cacat lahir, yaitu cacat lahir struktural dan cacat lahir fungsional. Kelainan struktur adalah masalah yang berhubungan dengan bagian tubuh.

Ambil kasus seperti bibir sumbing, kelainan jantung, kaki pengkor, dan spina bifida. Kaki pengkor dan spina bifida adalah beberapa jenis kelainan bawaan pada tungkai bayi.

Sedangkan bayi baru lahir yang dikatakan fungsional berkaitan dengan masalah pada fungsi atau sistem anggota tubuh untuk melakukan tugasnya.

Masalah ini seringkali menyebabkan gangguan perkembangan yang meliputi perkembangan sistem saraf

6 Fakta Bayi Tabung yang Patut Kita Ketahui

6 Fakta Bayi Tabung yang Patut Kita Ketahui

Jenis program bayi tabung apa yang tersedia di Indonesia dan berapa biayanya? Kabar gembira datang dari Zaskia Sungkar yang akhirnya hamil melalui program bayi tabung setelah melayani rumah tangganya selama 10 tahun. Kebahagiaan itu pasti luar biasa. Apalagi bagi mereka yang kesulitan hamil puluhan kali lipat dibanding yang lain. Meskipun program IVF yang mencakup …

Pos 6 Fakta Bayi Tabung yang Harus Kita Ketahui muncul pertama kali di Mommies Daily.…

Selain Gatal, Ini Gejala Alergi Pada Kulit Lainnya yang Perlu Anda Ketahui

Alergi kulit merupakan reaksi alergi terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya, seperti sabun, tumbuhan, dan bahan lainnya. Akan tetapi, sistem kekebalan tubuh secara keliru mengenali zat-zat ini dan mencoba menyerangnya. Akibatnya, sejumlah tanda dan gejala muncul di kulit akibat reaksi alergi ini.

Tanda dan gejala alergi kulit

Gejala alergi yang muncul bergantung pada zat yang berperan sebagai alergen dan juga sistem kekebalan tubuh manusia. Ini dapat memengaruhi berbagai organ tubuh Anda, termasuk kulit. Reaksi alergi dapat berkisar dari ringan hingga parah dan membutuhkan perawatan darurat.

Pada beberapa kasus yang parah, gejala alergi dapat memicu reaksi yang cukup berbahaya yang dikenal sebagai syok anafilaksis. Lantas, apa saja gejala alergi yang terjadi pada kulit?

1. Ruam

ruam anemia

Salah satu gejala alergi yang paling umum adalah munculnya ruam pada kulit. Anda mungkin mengira bahwa kulit bertindak sebagai pelindung bagian dalam tubuh yang pertama. Padahal, kulit juga memiliki sel-sel khusus sistem kekebalan tubuh.

Sel-sel ini kemudian melindungi kulit dan tubuh dari virus, bakteri, dan senyawa berbahaya lainnya. Jika sel mendeteksi zat yang mencurigakan, zat itu bereaksi di kulit dan menyebabkan peradangan. Reaksi sel sistem kekebalan ini akhirnya menghasilkan ruam pada kulit.

Peradangan yang terjadi pada kulit bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk iritan dan alergen.

Sulit Hamil Karena Rahim Dingin? Ketahui Yuk, Mams!

Sulit Hamil Karena Rahim Dingin? Ketahui Yuk, Mams!

Kehamilan, menjadi hal yang dinanti-nanti bagi setiap pasangan. Namun, setiap pasangan memiliki jalan cerita yang berbeda-beda seperti ada yang langsung hamil setelah menikah dan ada pula yang menikah bertahun-tahun belum juga dikaruniai sang buah hati karena sulit hamil.

Bagi pasangan yang belum dikaruniai anak selama setahun pernikahannya ada baiknya untuk melakukan konsultasi dengan dokter kandungan. Bukan hanya itu, bagi perempuan dengan usia 35 tahun baru menikah dan telah berhubungan selama 6 bulan dan belum juga hamil sebaiknya sangat perlu untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan. Mengapa? Hal ini perlu dilakukan agar masalah yang dialami dapat teratasi dengan baik dan cepat.

Pemeriksaan kesuburan ini dapat dilakukan dari kedua pihak, memang biasanya faktor ketidaksuburan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor mulai dari gaya hidup dan pola makan kita. Namun, bagi perempuan susah hamil juga bisa disebabkan oleh gangguan yang terjadi pada rahim seperti mengalami rahim dingin atau cold uterus.

Baca Juga: Awasi Faktor Resiko dan Penyebab Susah Hamil

Rahim Dingin pada Kesuburan Wanita

Apa itu Rahim Dingin

sumber gambar: renewinthealth.org

Dalam dunia medis, Cold uterus atau rahim dingin dapat diartikan dengan kondisi lapisan rahim tidak merespon dengan tepat terhadap hormon progesteron atau hormon yang menaikkan suhu tubuh. Kondisi ini juga akan menyebabkan …