Gejala

Kortikosteroid dan Keampuhannya Menyelamatkan Pasien COVID-19 Gejala Berat

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) sini.

Obat kortikosteroid telah terbukti menyelamatkan pasien COVID-19 yang parah dari kondisi kritis. Fakta ini dibuktikan dengan beberapa penelitian dan telah diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Temuan ini mendapatkan izin kortikosteroid untuk digunakan secara luas. Namun, para peneliti menekankan bahwa obat ini bukan untuk menyembuhkan seseorang Infeksi covid-19

Kortikosteroid dan bukti ilmiah tentang kemanjurannya dalam membantu pasien COVID-19

Covid-19 corticosteroid dexamethasone

Penelitian tentang penggunaan kortikosteroid dalam merawat pasien COVID-19 dengan gejala gangguan pernapasan berat pertama kali dilakukan oleh peneliti China pada awal Maret lalu.

Pada Juni lalu, para peneliti di Inggris menyelidiki lebih lanjut penggunaan kortikosteroid yang dapat menyelamatkan nyawa pasien COVID-19 yang berada dalam kondisi kritis. Kortikosteroid yang digunakan adalah deksametason.

Deksametason atau deksametason adalah steroid jenis kortikosteroid. Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati pasien radang, gangguan pencernaan, asma, dan reaksi alergi.

Dalam studi tersebut, peneliti melakukan uji klinis langsung pada ribuan pasien COVID-19 di Inggris yang dipilih secara acak. Hasilnya, efektivitas kortikosteroid terlihat paling jelas pada pasien yang membutuhkan bantuan oksigen. Namun obat ini tidak berdampak signifikan pasien yang tidak membutuhkan oksigen.

Antara pasien yang membutuhkan ventilator, deksametason mengurangi angka kematian hingga 35%. Sementara di antara pasien COVID-19 yang menerima oksigen tambahan

Selain Gatal, Ini Gejala Alergi Pada Kulit Lainnya yang Perlu Anda Ketahui

Alergi kulit merupakan reaksi alergi terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya, seperti sabun, tumbuhan, dan bahan lainnya. Akan tetapi, sistem kekebalan tubuh secara keliru mengenali zat-zat ini dan mencoba menyerangnya. Akibatnya, sejumlah tanda dan gejala muncul di kulit akibat reaksi alergi ini.

Tanda dan gejala alergi kulit

Gejala alergi yang muncul bergantung pada zat yang berperan sebagai alergen dan juga sistem kekebalan tubuh manusia. Ini dapat memengaruhi berbagai organ tubuh Anda, termasuk kulit. Reaksi alergi dapat berkisar dari ringan hingga parah dan membutuhkan perawatan darurat.

Pada beberapa kasus yang parah, gejala alergi dapat memicu reaksi yang cukup berbahaya yang dikenal sebagai syok anafilaksis. Lantas, apa saja gejala alergi yang terjadi pada kulit?

1. Ruam

ruam anemia

Salah satu gejala alergi yang paling umum adalah munculnya ruam pada kulit. Anda mungkin mengira bahwa kulit bertindak sebagai pelindung bagian dalam tubuh yang pertama. Padahal, kulit juga memiliki sel-sel khusus sistem kekebalan tubuh.

Sel-sel ini kemudian melindungi kulit dan tubuh dari virus, bakteri, dan senyawa berbahaya lainnya. Jika sel mendeteksi zat yang mencurigakan, zat itu bereaksi di kulit dan menyebabkan peradangan. Reaksi sel sistem kekebalan ini akhirnya menghasilkan ruam pada kulit.

Peradangan yang terjadi pada kulit bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk iritan dan alergen.