Pekerja Seni Wonogiri Menjerit, Desak Pemkab Izinkan Hajatan

Pekerja Seni Wonogiri Menjerit, Desak Pemkab Izinkan Hajatan
normal baru oleh Art Worker Wonogiri

Solopos.com, WONOGIRI – Persatuan pekerja seni di Wonogiri mendesak pemerintah segera memutuskan nasib mereka.

Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Wonogiri belum mengizinkan warganya mengadakan hajatan besar-besaran. Padahal, para pekerja seni biasanya melakukan pekerjaannya pada acara-acara hajatan.

Pekerja seni yang dimaksud adalah pengisi hiburan seperti campursari, dangdut, termasuk fotografer pengantin, tata rias, catering dan pekerjaan lain yang berhubungan dengan hajatan orang.

Usir Rasa Bosan, Jatim Park Hadirkan Promo Ceria September Predator Fun Park

“Sampai saat ini kami belum menerima kejelasan nasib kami. Surat edaran terkait hasil sidang beberapa waktu lalu dengan pemkab belum juga dibuat. Saat itu kami belum mendapat keputusan yang melegakan, kata Ketua Persatuan Pekerja Seni dan Budaya Wonogiri (Paseban Giri) Ruslan, saat itu. dihubungi Solopos.com, Jumat (4/9/2020).

Ia mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat kepada Bupati Tata Usaha (TU) beberapa waktu lalu. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi. Surat itu berisi tentang hajatan terbatas yang sempat diucapkan Bupati beberapa waktu lalu.

“Kalau hajatan yang diperbolehkan hanya 40 persen dari kapasitas ruangan, berarti hajatannya tidak bisa besar-besaran. Warga juga akan berpikir ulang jika akan menyebarkan undangan,” ujarnya.

Menulis ke DPRPD

Ia mengatakan para pekerja seni juga menyurati DPRD. Namun juga belum ada tanggapan. Surat dikirim untuk mengundang audiensi dengan anggota DPRD.

“Kami sadar saat ini masih ada pandemu Covid-19. Namun kalau belum ada kejelasan, kami juga khawatir. Kami tidak mengharapkan bantuan. Sebenarnya kami bisa bekerja sesuai fashion yang kami miliki. Tapi sampai sekarang kami punya belum bisa bekerja sesuai fashion kita, ”ujarnya. .

Happy Paslon Mulyo Daftar Ke KPU Klaten Dengan Naik Kereta Kencana, Pemilik Tidak Memungut Biaya

Baca:  Pemkab Sragen Bakal Ikuti Jejak Pemprov Jateng dengan Menaikkan UMK 2021

Ia dan para pekerja seni lainnya berharap segera mendapat jawaban dari pemerintah kabupaten dan DPRD. Karena langkah yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan pihaknya sudah menerima surat dari para pekerja sei. Ini saat ini disposisi. Mengenai jadwal sidang, menurutnya akan segera diatur.

“Kami berharap para pekerja seni bersabar menunggu hadirin. Dalam waktu dekat juga akan ada pembahasan perubahan APBD 2020 dulu,” kata Setyo.

Postingan Jeritan Pekerja Seni Wonogiri, Desak Pemerintah Kabupaten Izinkan Hajatan itu muncul pertama kali di Solopos.com.