Mengenal Hiperpigmentasi Pasca Inflamasi Sebagai Masalah pada Kulit

Setelah jerawat sembuh, hiperpigmentasi pasca inflamasi biasanya muncul dan meninggalkan bekas berwarna. Secara umum, hampir semua orang yang memilikinya bekas jerawat memiliki kondisi serupa. Ketahui mengapa hiperpigmentasi ini terjadi dan cara mengobatinya.

Mengetahui munculnya hiperpigmentasi pasca inflamasi

penyebab timbulnya bekas jerawat

Jerawat merupakan masalah umum yang dialami oleh remaja dan sebagian orang dewasa. Sesuaikan studi dari Penelitian Dan Praktek Dermatologi, sekitar 90% jerawat terjadi pada remaja dan sekitar 12-14% merupakan masalah yang tetap ada pada orang dewasa.

Timbulnya jerawat berimplikasi pada kehidupan psikologis dan sosial penderitanya. Bekas jerawat yang ditandai menyebabkan rasa tidak aman. Belum lagi hiperpigmentasi pasca inflamasi yang tampaknya menyebabkan warna kulit tidak merata.

Hiperpigmentasi pasca inflamasi (hiperpigmentasi pasca inflamasi) adalah suatu kondisi ketika kulit di suatu daerah memiliki warna yang berbeda dengan kulit di sekitarnya.

Hiperpigmentasi kulit yang terjadi setelah jerawat menyebabkan efek warna yang lebih gelap pada wajah. Kondisi ini dapat terjadi pada berbagai jenis kulit individu di berbagai belahan dunia.

Perkembangan hiperpigmentasi pasca inflamasi disebabkan oleh jerawat yang teriritasi. Iritasi yang terjadi menyebabkan peradangan (iritasi jerawat). Saat bekas jerawat sembuh, kulit memproduksi melanin dalam jumlah berlebih.

Melanin adalah protein yang bertugas memberi warna pada kulit. Melanin yang berlebihan menyebabkan pewarnaan kulit tidak merata. Sayangnya, hiperpigmentasi pasca inflamasi ini tidak memudar meski bekas luka sembuh.

Meski bisa muncul pada semua jenis kulit, hiperpigmentasi pasca inflamasi sangat mungkin terjadi pada orang yang mengalaminya nada kulit sedang hingga gelap.

Bagaimana Perawatan Kulit Jerawat yang Tepat?

Kebiasaan memencet jerawat bisa memicu hiperpigmentasi

Itu selalu godaan semua orang, ketika jerawat muncul, hal yang paling ingin mereka lakukan adalah cepat dan singkirkan. Menghilangkan jerawat dengan meremasnya justru bisa menyebabkan iritasi hingga peradangan.

Saat jerawat sembuh, kemungkinan besar bekas jerawat tersebut akan menunjukkan tanda-tanda hiperpigmentasi pasca inflamasi. Kalau sudah terjadi bukan berarti jerawat sudah sembuh total. Inilah yang memicu munculnya jerawat kecil dan papula jerawat.

Kebiasaan memencet jerawat dapat menyebabkan peradangan dan meninggalkan bintik-bintik gelap pada kulit. Oleh karena itu, hindari kebiasaan ini agar Anda terhindar dari hiperpigmentasi pasca inflamasi.

Menyembuhkan hiperpigmentasi pasca inflamasi

cara mengatasi bekas jerawat

Munculnya warna kulit yang tidak merata akibat bekas jerawat memberikan tampilan fisik yang kurang optimal. Wajah adalah bagian utama yang menunjang penampilan, apalagi saat bertemu banyak orang.

Mungkin tidak sedikit orang yang menganggap memencet jerawat adalah cara terbaik untuk menghilangkannya. Faktanya, cara ini hanya memicu hiperpigmentasi pasca inflamasi setelah timbulnya jerawat.

Jika Anda melihat hiperpigmentasi pada bekas jerawat, ada baiknya segera ditangani. Cukup menggunakan penghilang bekas jerawat dengan bahan yang efektif untuk mengatasi hiperpigmentasi di kulit.

Pilih penghilang bekas jerawat dalam bentuk gel, agar mudah diserap kulit secara maksimal. Saat membeli obat pastikan ada tiga bahan yang efektif menghilangkan bekas jerawat, seperti Pionin, MPS, Allium Cepa.

Ketiga komponen ini bekerja sama untuk mengatasi bekas jerawat, mencegah timbulnya jerawat, dan meratakan warna kulit akibat hiperpigmentasi pasca inflamasi. Oleskan gel hingga bekas jerawat sembuh total.

Selain mengoleskan gel penghilang bekas luka jerawat, jangan lupa juga mengoleskan tabir surya ke wajah Anda, termasuk area yang mengalami hiperpigmentasi pasca inflamasi.

Sinar matahari bisa menggelapkan area tersebut. Oleh karena itu, Anda membutuhkan perlindungan tambahan agar kulit yang terpapar tidak menimbulkan jerawat lagi.

Jadi, jika jerawat muncul, ada baiknya tidak memencet agar tidak ada bekas luka yang tertinggal. Jangan lupa terapkan hal-hal di atas saat terjadi hiperpigmentasi pasca inflamasi.

Postingan Mengenal Hiperpigmentasi Pasca Inflamasi sebagai Masalah pada Kulit muncul pertama kali di Hello Sehat.

Baca:  Rekomendasi Eye Cream Anti Aging Untuk Kulit Sensitif