Masuk Papua Nugini Secara Ilegal, Gubernur Papua Tidak Dideportasi

Masuk Papua Nugini Secara Ilegal, Gubernur Papua Tidak Dideportasi
Lukas Enembe

Solopos.com, JAKARTA Pemerintah Indonesia berang dengan tindakan Gubernur Papua, Lukas Enembe, yang pergi ke Papua Nugini (PNG) secara ilegal. Ia memasuki negara tetangga dengan tujuan mendapatkan pengobatan.

Karena masuk secara ilegal, Lukas Enembe dan dua rekannya disebut-sebut telah dideportasi oleh pemerintah Papua Nugini setelah dua hari di Vanimo, Papua Nugini.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomom, Andriana Supandy mengatakan, Lukas Enembe tidak dideportasi. Namun hanya diminta kembali ke Japapura. Padahal sebelumnya Kantor Imigrasi Provinsi Papua Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menyatakan Lukas Enembe dideportasi dari Papua Nugini.

Baca Juga: 3 Mahasiswa UKSW Tewas, Mahasiswa Papua Tengah Deklarasi Anti Alkohol

“Saya tidak melihat adanya langkah deportasi oleh pemerintah PNG terhadap Gubernur Lukas Enembe,” kata Andriana Supandy, Sabtu (3/4/2021).

Andriana mengatakan Lukas Enembe akan pergi ke ibu kota Papua Nugini, Port Moresby, untuk berobat. Namun, saat Vanimo tiba, Lukas Enembe diminta oleh KBRI Port Moresby dan KJRI Vanimo untuk kembali ke Jayapura.

“Sejak Pak Lukas masuk secara ilegal ke PNG, KBRI Port Moresby dan KJRI Vanimo telah meminta Pak Lukas untuk kembali ke Jayapura. Sebab, jika terus berobat ke Port Moresby akan menimbulkan banyak masalah dengan melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan. kedua negara tersebut, terutama di era pandemi Covid-19, ”kata Andriana.

Tetap berhubungan

Kembalinya Lukas Enembe ke Jayapura juga dibantu oleh pemerintah daerah di Papua Nugini melalui jalur hukum. Hal itu, kata Andriana, demi menjaga hubungan baik antara Indonesia dan Papua Nugini.

Baca Juga: Tragis! Minum Alkohol Oplosan 3 Pelajar asal Papua Meninggal Dunia

"Pemerintah PNG di Pemprov Sepik Barat [yang berbatasan langsung dengan Provinsi Papua] membantu proses pemulangan Pak Lukas ke Jayapura melalui jalur resmi di Perbatasan PNG-RI. Ini untuk menjaga hubungan baik antara kedua negara yang berbatasan langsung, ”kata Andriana.

Baca:  Berdayakan Local Hero, CSR Semen Gresik Capai Skor Memuaskan

“Karena masuk PNG tanpa dokumen, dia dideportasi oleh pemerintah negara tetangga (PNG),” ujarnya

Kepala Bidang Imigrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Papua, Novianto Sulastono, Jumat (2/4/2021), mengatakan, Lukas Enembe dideportasi. Ia juga mengatakan akan memeriksa Lukas Enembe. Namun karena kondisi Luke kurang sehat, pemeriksaan ditunda untuk sementara.

Lukas Enembe sendiri mengaku masuk ke Papua Nugini (PNG) melalui "jalan tikus". Ia kembali ke Jayapura pada Jumat sekitar pukul 11.30 WIB melalui Pos Lintas Batas (PLBN) Skouw Nevada.

“Memang benar saya pergi ke Vanimo (31/3/2021) lewat jalan setapak menggunakan ojek untuk berobat,” kata Gubernur Enembe di PLBN Skouw, Jayapura.
Ia menyatakan bahwa selama di Vanimo ia mencari pengobatan dan terapi karena penyakit yang dideritanya. “Saya salah karena masuk PNG melalui jalan atau trotoar tradisional tapi dilakukan karena terpaksa berobat dan terapi akibat penyakit saya,” ujarnya di sela-sela tes Antigen di PLBN Skouw.

Postingan Masuk Papua Nugini Secara Ilegal, Gubernur Papua tidak dideportasi muncul pertama kali di Solopos.com.