Disebut Terlibat Kasus Korupsi Bansos Kemensos, Segini Dana Kampanye Gibran Rakabuming

Disebut Terlibat Kasus Korupsi Bansos Kemensos, Segini Dana Kampanye Gibran Rakabuming
Suara gibran unggul gibran-tegas korupsi pemilu tunggal Kementerian Sosial

Solopos.com, SOLO – Nama anak tertua Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, terseret ke pusaran kasus dugaan korupsi bantuan sosial dari Kementerian Sosial atau Kementerian Sosial.

Gibran disebut-sebut telah merekomendasikan pengadaan tas atau goodie bag dari Kementerian Sosial kepada PT Sritex. Gibran membantah tuduhan tersebut. Saat wawancara dengan wartawan dalam kegiatan blusukan pembagian sembako kepada warga RT 001 / RW 002 Kadipiro, Banjarsari, Solo, Senin (21/12/2020), Gibran mengajak semua pihak mengecek ke KPK.

Selain itu, Gibran mengajak masyarakat untuk mengecek Laporan Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan dana kampanye Pilkada 2020. Menurut Gibran, masyarakat dapat mengakses data dalam dua laporan tersebut secara online.

Flyover Purwosari Solo Buka Senin Pukul 08.00 WIB, Begini Penataan Lalu Lintasnya

Jika Gibran terlibat dalam kasus korupsi bansos Kementerian Sosial maka akan terlihat jelas di datanya. Berdasarkan data yang diperoleh Solopos.com belum lama ini, dana kampanye untuk suami dari Selvi Ananda pada Pilkada Solo 2020 ini mencapai Rp 3.215.436.500.

Data tersebut berdasarkan Laporan Penerimaan Kontribusi Dana Kampanye (LPSDK) yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah. Dana kampanye Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa lebih banyak digunakan ketimbang lawannya, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo).

Ketua KPU Kota Solo Nurul Sutarti saat diwawancarai wartawan, Senin (12/7/2020), menjelaskan, rekening dana kampanye khusus untuk dua pasangan calon itu ditutup seiring berakhirnya masa kampanye 71 hari, Sabtu (14/7/2020). 12/5/2020). .

Zona Merah Solo, Tidak Ada Lagi Kelurahan 0 Positif Covid-19 Kasus

Donasi dan Pengeluaran Kampanye

Pasca penutupan rekening dana kampanye oleh bank, pasangan calon tidak bisa lagi menerima sumbangan dana kampanye. Dari LPSDK yang diumumkan KPU Jawa Tengah, Gibran-Teguh menerima Rp3.215.436.500. ana yang digunakan Rp3.215.119.818.

Baca:  BSG salurkan dana PEN Rp1,5 trilliun sepanjang tahun 2020

Sementara itu, Bajo mendapat sumbangan kampanye sebesar Rp153.475.000 dan hanya terpakai Rp110.217.386. Jadi jika dihitung, dana kampanye yang dikeluarkan pasangan Gibran-Teguh sekitar 2.917 persen dari dana kampanye Bajo.

Sedangkan belanja dana kampanye pasangan Bajo hanya 3,42 persen dari pesaing mereka. pengeluaran. “Dana kampanye Pilkada 2020 dibatasi Rp 19,7 miliar. Jika dalam praktiknya dana kampanye melebihi angka tersebut akan masuk ke kas negara. Tapi untuk pasangan cawali-cawali Solo jumlahnya tidak melebihi batas,” kata Nurul. .

Gibran Bantah Tuduhan Korupsi Covid-19 Bansos: Silakan Cek Silang ke KPK!

Selain tertib jumlah dana kampanye, setiap cawali Solo juga tertib menyerahkan LPSDK. Berdasarkan catatan KPU Solo, pasangan Gibran-Teguh menyampaikan laporan tersebut pada Minggu (6/12/2020) pukul 12,04 WB.

Sedangkan pasangan Bajo mengajukan LPSDK pada hari yang sama, yakni pukul 17.32 WIB. “Dengan tidak melebihi batas dana kampanye, maka sisa dana yang ada di rekening menjadi hak masing-masing pasangan cawali-cawali,” lanjut Nurul.

Meski masing-masing calon sudah mengajukan LPSDK, KPU Solo tetap akan melakukan audit atas laporan dana kampanye. Audit dilakukan oleh akuntan publik yang ditunjuk oleh KPU Solo. Hasil audit tidak mempengaruhi nominasi.

Pos Disebut Terlibat Kasus Korupsi Bantuan Sosial Kemensos, inilah Gibran Rakabuming Campaign Fund muncul pertama kali di Solopos.com.