Diminta Bayar THR untuk Karyawan, Begini Respons Para Pengusaha di Solo

Diminta Bayar THR untuk Karyawan, Begini Respons Para Pengusaha di Solo
Ilustrasi kas dan anggaran PNS dan ASN untuk penanganan Covid-19 Karanganyar PAD Klaten Karanganyar Penerima BST Klaten, Gaji ke-13 PNS Klaten, Tunjangan Gaji Karanganyar, Bantuan SRAGEN UMK Solo

Solopos.com, SOLO– Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo, David R. Wijaya mengatakan, tunjangan hari raya (THR) merupakan bagian dari kewajiban yang harus dibayarkan perseroan untuk membantu karyawan memenuhi kebutuhan hari raya Idul Fitri.

Namun, dengan pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung, tidak semua kondisi perusahaan membaik.

"Prinsipnya selama perusahaan mampu, harus dibayar. Tapi kalau tidak jujur ​​saja karena kalau dipaksakan juga tidak bagus. Misalnya perusahaan bisa hanya bayar setengah THR. Yang terpenting transparansi agar karyawan bisa memahami kesulitan perusahaan, ”ujarnya.

Baca Juga: Menjadi Produsen Biodiesel Terbesar, Indonesia Bertekad Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Kemampuan Keuangan Perusahaan

Ketua Umum Asosiasi Mebel Indonesia (Asmindo) Solo menambahkan, THR menjadi domain masing-masing perusahaan karena kemampuan finansial yang berbeda. Ia berharap THR bisa diberikan walaupun dikit biar karyawan termotivasi. Menurutnya, karyawan bukanlah alat, melainkan aset.

Di sisi lain, ia menilai kebijakan THR yang dikeluarkan pemerintah tahun ini ditujukan untuk kepentingan bersama. Hal tersebut mengingat kondisi perekonomian yang semakin membaik meski masih terjadi pandemi. Selain itu, pemerintah juga telah memberikan berbagai program bantuan. Mulai dari pelonggaran kredit, insentif pajak, dan lain sebagainya.

“Tapi ini kembali ke kemampuan pemulihan perusahaan. Bisa jadi dampak pandemi sudah cukup parah hingga belum bisa pulih. Jadi, kalau bisa bayar bayar. [THR], jika tidak, beri tahu saya. Ini cara terbaik, "jelasnya.

Baca juga: Lebaran, Konsumsi LPG Diprediksi Naik 9%

Dinas Tenaga Kerja dan Industri (Disnakerperin) Kota Solo kembali mengingatkan pengusaha terkait kewajiban memberikan tunjangan hari raya Idul Fitri (THR) bagi karyawannya.

Namun, jika mereka tidak dapat mematuhi karena terkena Covid-19, maka hal ini harus dikomunikasikan kepada karyawannya. Dengan catatan, ketidakmampuan tersebut harus diberi bukti konkrit berupa neraca perusahaan. Di sisi lain, sejak dibuka pos pengaduan THR, hingga saat ini belum ada yang melaporkannya.

Baca:  7 Hal Berbahaya Untuk Vagina! Jangan Coba-Coba Dilakukan, Ya!

Postingan Diminta Bayar THR Karyawan, Begini Tanggapan Pengusaha di Solo Muncul Pertama Kali di Solopos.com.