Tips Parenting

Bebaskan Si Kecil Berjalan “Nyeker” untuk Memperkuat Tulang Kakinya

Bebaskan Si Kecil Berjalan “Nyeker” untuk Memperkuat Tulang Kakinya

Melihat si kecil yang sibuk berlarian tanpa alas kaki kerap membuat orang tua grogi. Bagaimana bisa? Jalanan belum sepenuhnya aman karena dipenuhi “ranjau” tanah, batu tajam, bahkan pecahan kaca yang berisiko tinggi melukai anak-anak. Faktanya, anak-anak lebih baik disarankan untuk dibiarkan bebas bergerak tanpa alas kaki sama sekali. Bahkan tanpa sendal atau sepatu empuk.

Meski ditakuti, membiarkan anak berjalan tanpa alas kaki memiliki banyak manfaat. Berikut ulasannya.

Berjalan tanpa alas kaki membantu anak berjalan dengan mantap

Anak kecil cenderung melangkah tegak dengan dagu dan kepala sedikit dimiringkan saat mereka berjalan tanpa alas kaki. “Karena telapak kaki mereka langsung menyentuh tanah, mereka tidak perlu sering menunduk saat berjalan, itulah yang membuat mereka berpaling yang seperti itu kehilangan keseimbangan dan jatuh, "kata Tracy Byrne, seorang ahli penyakit kaki Telegrap.

Anak-anak umumnya memiliki kaki yang rata. Byrne melanjutkan, berjalan tanpa alas kaki akan memperkuat otot dan ligamen kaki anak serta membentuk lengkung kaki mereka. Mereka belajar berjalan dan menyeimbangkan diri dengan lebih baik saat mereka bisa menggunakan jari kaki untuk mencengkeram tanah. Pada akhirnya, ini akan melatih anak untuk mengembangkan postur dan gaya berjalan yang lebih baik.

Anak-anak yang belajar berjalan menerima informasi sensorik penting dari telapak kaki mereka. Telapak kaki memiliki

Mengenal Metode Pendidikan Montessori: Membebaskan Anak untuk Bereksplorasi

Montessori adalah metode pendidikan yang ditemukan Maria Montessori kurang lebih 100 tahun lalu. Pola pendidikan modern ini dianggap berbeda dengan gaya pendidikan yang lainnya. Apa yang membedakannya? Simak penjelasan selengkapnya dalam artikel ini.

Apa itu metode pendidikan montessori?

Montessori adalah metode pendidikan yang dikembangkan oleh Dr. Maria Montessori. Beliau merupakan lulusan dari sekolah kedokteran pada tahun 1869 dan menjadi salah satu dokter wanita pertama di Italia.

Pekerjaannya sebagai dokter mempertemukan ia dengan anak-anak, sejak itulah Dr. Montessori mulai tertarik dengan dunia pendidikan dan mengembangkan metode ini sebagai hasil dari penelitiannya terhadap perkembangan intelektual anak yang mengalami keterbelakangan mental.

Ciri-ciri metode pendidikan montessori adalah adanya penekanan terhadap aktivitas pengarahan diri pada anak, dan pengamatan klinis dari guru yang berfungsi sebagai fasilitator atau pendamping. Metode ini juga menekankan pentingnya penyesuaian dari lingkungan belajar dengan tingkat perkembangan anak dan peran aktivitas fisik dalam menyerap mata pelajaran secara akademis maupun keterampilan praktik secara langsung. 

Tidak sampai di situ saja, metode ini juga menggunakan peralatan auto correction untuk membantu anak belajar dengan baik. Penggunaan peralatan tersebut bertujuan agar anak mengerti soal benar atau salah terhadap perbuatan yang telah dilakukan, sehingga anak bisa mengoreksi dirinya sendiri. Nah, hal ini tanpa disadari membuat sang anak menjadi lebih