Teknologi

Dokter NU Publikasikan Penyintas Covid-19 Bisa Terinfeksi Lagi, Apa Motifnya?

Dokter NU Publikasikan Penyintas Covid-19 Bisa Terinfeksi Lagi, Apa Motifnya?

Situasi pendaftaran uji usap massal bagi pedagang ikan hias di lokasi binaan JP 23 UMKM, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta, Rabu (22/7/2020). (Antara)

Solopos.com, JAKARTA – Heri Munajib, dokter dari Persatuan Dokter Nadhlatul Ulama (PDNU) dalam diskusi publik beberapa waktu lalu memaparkan bahwa penderita Covid-19 berpotensi tertular kembali atau mengalami infeksi berulang. Fakta ini, menurutnya telah dibuktikan dalam beberapa kasus di Indonesia.

Itu, menurut dia, beberapa pasien tertular Covid-19 hingga dua kali lipat. “Terbukti teman saya dipukul lagi dan akhirnya diisolasi lagi. Gejala awalnya ringan lalu sembuh, dan waktu kena reinfeksi gejalanya makin parah, tapi sekarang sudah membaik. Jadi masih ada risiko infeksi ulang, katanya pada diskusi publik beberapa waktu lalu.

Penasihat Gender dan Remaja Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Diah Saminarsih juga mengatakan, berdasarkan pedoman WHO, ada kemungkinan terjadi infeksi ulang virus. korona SARS-CoV-2. Namun, Akmal Taher, guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) juga menjelaskan, definisi reinfeksi yang dimaksud masih abu-abu.

Seukuran ikan paus biru, asteroid melintas di dekat bumi

“Masih agak sulit menentukan kapan harus mengatakan reinfeks. Ada yang bilang ini bukan reinfeksi. Bisa jadi tes terakhir itu salah negatif, dan dikirim pulang. Namun, kami tidak tahu berapa jumlahnya, dan mungkin hingga saat ini tidak ada cukup data untuk menyebutkan berapa jumlahnya. Itu perlu penelitian lebih lanjut, ”ujarnya.

Dokter Ines Atmosukarto, peneliti sekaligus Pejabat tertinggi Eksklusif dan kepala

Samsung Galaxy S21 Bakal Pakai RAM 16Gb, Dijabim Ngebut

Samsung Galaxy S21 Bakal Pakai RAM 16Gb, Dijabim Ngebut

Pengenalan Samsung Galaxy S20, S20 + dan S20 Ultra di Unpacked 2020, San Francisco, California, Amerika Serikat 11 Februari 2020. (Reuters / Stephen Lam)

Solopos.com, JAKARTA – Pembahasan Galaxy Note 20 belum selesai, dikabarkan Samsung akan menggunakan teknologi RAM tercepat di industrinya untuk flagship tahun depan, Galaxy S21.

Samsung Galaxy Note 20 Resmi Dijual di Indonesia 21 Agustus

Mengenai nama, informasi yang beredar, Samsung akan menggunakan nama numerik antara S21 atau S30. Laman Phone Arena yang dikutip pada Senin menyebutkan bahwa Samsung awal tahun ini berencana memproduksi RAM secara massal dengan teknologi LPDDR5 pada paruh kedua tahun ini.

Lulus sertifikasi, Samsung Galaxy M51 menggunakan baterai 7.000mAh

Pabrik di Pyeongtaek, Korea Selatan akan memproduksi DRAM seluler LPDDR5 16 GB, menggunakan teknologi kelas 10nm (1z) generasi ketiga. DRAM 16GB LPDDR5 menawarkan kecepatan tertinggi dan kapasitas terbesar yang tersedia di DRAM seluler.

DRAM LPDDR5 16GB dapat mengirim file dengan kecepatan 6.400 megabyte per detik, atau 16 persen lebih cepat dari LPDDR5 12GB di Galaxy Note 20 sekarang. DRAM 16GB rata-rata dapat mengirim data 51,2GB dalam satu detik.

Pakai Android Go & One UI, Begini Harga Samsung Galaxy A01 Core di Indonesia

Proses 1z ini juga berarti kemasan LPDDR5 akan menjadi 30 persen lebih tipis dari generasi sebelumnya. DRAM LPDDR5 16GB membutuhkan delapan chip, sedangkan proses sebelumnya menggunakan teknologi 1 tahun yang membutuhkan 12 chip untuk kapasitas yang …