stress

3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Menangis sangat identik dengan bayi dan anak kecil, tapi bukan berarti orang dewasa tidak pernah menangis. Anda pasti pernah menangis, entah di kamar atau di kamar mandi, saat Anda sedang sendiri. Menangis bisa disebabkan karena bahagia atau juga karena sedih, marah, atau kesal. Menangis sangat wajar dilakukan oleh semua orang dari semua kalangan. Ini merupakan hal yang normal. Bahkan, menangis ternyata juga memberi manfaat bagi Anda. Ingin tahu apa saja manfaat menangis? Simak penjelasannya berikut ini.

Manfaat menangis yang mungkin belum Anda ketahui

1. Menghilangkan stres

Menangis saat Anda stres merupakan salah satu cara terbaik untuk menyalurkan stres dan memberikan perasaan lega. Saat Anda menangis karena stres, sebenarnya tubuh juga sedang melepaskan hormon stres atau racun dari tubuh melalui air mata Anda yang menetes.

Hal ini telah dibuktikan pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. William H. Frey II, ahli biokimia dari St. Paul-Ramsey Medical Centre di Minnesota. Beliau menemukan bahwa terdapat perbedaan komposisi kimia antara air mata karena emosi atau stres dengan air mata karena iritasi fisik. Air mata emosional (terkait stres) mengandung dasar protein hormon prolaktin, hormon adrenokortikotropik (ACTH), dan leusin enkefalin (penghilang rasa sakit alami). Semua ini dihasilkan oleh tubuh saat Anda sedang stres.

Pengeluaran ACTH dalam

7 Tanda Stres yang Sering Tidak Anda Sadari

Aktivitas yang berat seringkali membuat kita tidak sadar jika kondisi psikologis kita sedang terganggu. Steve Peters, profesor dan psikiater di Sheffield Medical School, mencatat kondisi yang mungkin sering Anda alami tetapi tidak Anda sadari adalah tanda-tanda stres.

Sejumlah kondisi ini dianggap normal. Namun ternyata hal tersebut menandakan bahwa kita secara psikologis mengalami gangguan dan berada dalam tekanan yang berlebihan. Apa saja tandanya?

1. Merasa terlalu emosional

Di waktu senggang, seringkali kita memikul banyak beban pikiran dan masalah di kepala kita, hingga semuanya turun ke perasaan dan membuat kita emosional bahkan menangis. Namun, seringkali kita menganggapnya sebagai sesuatu yang normal, hanya kondisi diri yang rapuh.

Jangan remehkan kondisi seperti itu. Hal inilah yang ternyata menjadi cikal bakal terjadinya gangguan emosi yang berkepanjangan dalam diri Anda.

2. Lembur jika tidak diperlukan

Dalam hal ini, lembur tidak hanya berarti bekerja melewati batas waktu normal karena kewajiban. Beberapa orang memilih tetap di kantor dan menunda pulang karena alasan pribadi.

Misalnya, mereka memilih lembur karena dapat digunakan sebagai pelarian untuk situasi yang ingin mereka hindari, seperti masalah keluarga, hubungan, mencoba. Pamer kepada atasan, dan lainnya. Sekilas, ini dianggap jalan pintas untuk mencegah stres, tapi lembur bisa membawa stres dan gangguan emosional.

Kerja berlebihan hingga …