Sragen

2 Jam Operasi Tim Gabungan Di Pasar Kota Sragen, 36 Orang Terciduk Langgar Prokes

2 Jam Operasi Tim Gabungan Di Pasar Kota Sragen, 36 Orang Terciduk Langgar Prokes

pasar kota prokes sragen

Solopos.com, SRAGEN – Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, mengawasi dan menegakkan protokol kesehatan atau prokes kesehatan di Pasar Kota Sragen, Rabu (5/5/2021).

Dalam operasi yang berlangsung selama dua jam itu, mereka menemukan 36 pengunjung yang melanggar tata tertib kesehatan dan tak terhindarkan kerumunan orang. Koordinator tim gabungan, Muji Ashadi, saat ditemui wartawan di Pasar Kota Sragen, Rabu sore menyampaikan, tim yang bergerak berjumlah 23 orang.

Tim gabungan itu dibagi menjadi dua, yakni Tim I dari utara dan Tim II dari selatan. Muji mengatakan, dari pengawasan dan penuntutan di pintu utara Pasar Kota Sragen, 23 orang telah melanggar prokes.

Baca juga: Ribuan Alat Tes Antigen Siap Menyambut Pemudik di Sragen

Menurut Muji, mereka yang melanggarnya sebenarnya membawa topeng tapi tidak digunakan dengan semestinya. “Kami beri sanksi sosial, seperti hafalan pancasila, sembahyang, push up, dan lainnya. Kemudian tim II dari Gerbang Selatan menemukan 13 pengunjung yang tidak mematuhi tata tertib kesehatan,” ujarnya.

Muji menjelaskan situasi menjelang lebaran di pasar tradisional, seperti di Pasar Kota Sragen yang menjadi pusat perbelanjaan dan ramai karena orang membeli kebutuhan lebaran.

Orang banyak

Muji mengatakan kerumunan itu tidak bisa dihindari. Tim gabungan hanya bisa mengimbau …

91,56% Orang Tua di Sragen Setuju PTM Digelar

91,56% Orang Tua di Sragen Setuju PTM Digelar

ppdb smpn karanganyar 2021 ptm smpn smpn internet gratis kuota smp klaten sragen kekurangan ppdb wonogiri siswa belajar di rumah siswa boyolali ppdb siswa solo 2020 belajar di rumah sekolah klaten skenario jalur penegasan ppdb ppdb smp klaten smp klaten internet kuota untuk siswa sragen masuk pembelajaran tatap muka siswa Wonogiri Boyolali bantuan pulsa sukoharjo tes pembelajaran seluler tatap muka untuk pembelajaran solo klaten telah ditunda pembelajaran tatap muka untuk simulasi SMP solo PTM SMPN 4 Solo SMP Sawit dipindahkan Boyolali Klaten, kota simulasi Sragen

Solopos.com, SRAGEN – Sebanyak 97.664 orang tua (91,56%) untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sragen menyetujui pembelajaran tatap muka atau PTM yang simulasi mulai Senin (29/3/2021).

Sedangkan sebanyak 9.001 orang tua (8,44%) masih belum setuju dengan PTM karena masih khawatir dengan penyebaran Covid-19 dan berada di lokasi zona merah.

Kuesioner dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen kepada 110.829 siswa & # 39; orang tua sebagai dasar penerapan PTM di Sragen. Kepala Kurikulum Pengembangan Sekolah Menengah Pertama Disdikbud Sragen Sukisno saat dihubungi Solopos.com, Minggu (28/3/2021), mengatakan pengisian kuisioner menggunakan aplikasi google form atau formulir kertas yang dilakukan di setiap sekolah.

Baca Juga: All New Isuzu MU-X Dipamerkan di Bangkok International Motor Show 2021

Dari hasil angket tersebut, Sukisno menyampaikan bahwa jumlah siswa & # 39; orang tua yang menyetujui PTM adalah 91%. Ia mengatakan, data tersebut masih bersifat sementara karena masih ada orang tua yang belum mengisi kuesioner.

“Datanya masih harus dicek silang. Pendataan dari kami harus disertai tanda tangan kepala sekolah. Memang ada orang tua yang belum mengisi kuisioner. Jadi data untuk semua sekolah dari jenjang PAUD / TK, SD, dan SMP di Sragen, ”kata …

Super Sibuk! Tim Gabungan Sragen Copoti Alat Peraga Kampanye Pilkada di 20 Kecamatan

Super Sibuk! Tim Gabungan Sragen Copoti Alat Peraga Kampanye Pilkada di 20 Kecamatan

demo kampanye Pilkada Sragen

Solopos.com, SRAGEN – Tim gabungan KPU, Bawaslu, Satpol PP, dan instansi lain pindah ke 20 kecamatan untuk melepas alat peraga kampanye Pilkada Sragen 2020 di hari pertama tenang, Minggu (6/12/2020).

Pada hari itu, masih banyak alat peraga kampanye (APK) yang belum disingkirkan oleh tim sukses pasangan calon Bupati-Wakil Bupati dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Sragen.

Untuk itu, tim gabungan turun tangan untuk menertibkan APK secara serentak di 20 kecamatan. Ketua KPU Sragen Minarso memimpin penertiban APK di pinggir jalan protokol, gang, dan depan rumah warga.

Mobil menabrak sepeda motor di Jalan Tawangmangu-Karanganyar, Kakek dan Nenek terpental ke jalan

“Sebelumnya kami sudah mengimbau kepada tim sukses pasangan calon dan parpol untuk mencabut sendiri APK tersebut. Namun, hingga saat ini masih ada hal-hal yang belum dihapus sehingga kami turun tangan untuk menghapus semua APK,” kata Minarso kepada Solopos.com, Minggu.

Sesuai Pasal 31 PKPU Nomor 11/2020, pengendalian alat peraga kampanye pilkada termasuk Sragen pada masa tenang berada di bawah kewenangan KPU.

Dalam hal ini, KPU berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Bawaslu, dan pihak lain untuk mengatur APK dalam masa tenang, Minggu-Selasa (6-8 / 12/2020).

Subsidi Gaji Rp1,2 Juta untuk 1,34 Juta Peserta BPJS Ketenagakerjaan Cair

Untuk wilayah Kota Sragen APK masih berupa …

Pemkab Sragen Bakal Ikuti Jejak Pemprov Jateng dengan Menaikkan UMK 2021

Pemkab Sragen Bakal Ikuti Jejak Pemprov Jateng dengan Menaikkan UMK 2021

Pelonggaran PSBB

Solopos.com, SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen berpeluang mengikuti jejak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yakni menaikkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) pada 2021. Keputusan tentang UMK baru akan dibahas dan diputuskan pada November 2020.

Plt Bupati Sragen Dedy Endriyatno mengatakan, nilai UMK di Sragen pada tahun 2021 ditentukan dengan mengakomodir semua kepentingan, pengusaha, industri, buruh, dan inflasi. UMK Sragen 2021 berpotensi meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.815.914 / bulan.

Penjelasan tersebut disampaikan Dedy saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Sragen, Senin (11/2/2020). Dedy menyampaikan nilai UMK Sragen 2021 akan dibahas dengan Dewan Pengupahan pekan ini. Ia melihat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sudah menetapkan UMK dan hal ini segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Sragen.

Korban lain berjatuhan, petani Sragen tewas tersengat perangkap tikus di persawahan

“Keputusan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) dan Gubernur Jawa Tengah tentang UMK 2021 akan dipertimbangkan. Selain itu, kami juga memperhatikan semua kepentingan, baik dari sisi pengusaha, industri, buruh dan inflasi. Kami akan Coba lihat kemungkinan di tingkat daerah, Soloraya dan nasional. Kalau potensi meningkat kenapa tidak, tapi semua kepentingan harus dilindungi, ”ujarnya.

Dedy menilai UMK di Sragen kemungkinan besar akan bertambah. Ia mengatakan akan mempelajari kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dalam pembahasan UMK.

Sementara itu, mantan Ketua Serikat Pekerja …

Duh Sedih, Korban Meninggal Dunia Kecelakaan di Tol Sragen akan Menikah 11 Oktober

Duh Sedih, Korban Meninggal Dunia Kecelakaan di Tol Sragen akan Menikah 11 Oktober

Petugas mengevakuasi mobil sedan Honda City yang menyeruduk truk di jalan tol Solo-Ngawi km 522 Masaran, Sragen, Sabtu (3/10/2020) dinihari. (Istimewa/Dedy Forensik) kecelakaan tol solo-ngawi

Solopos.com, SRAGEN — Salah seorang korban meninggal dunia dalam kecelakaan di tol Solo-Ngawi, tepatnya di KM 522 Masaran, Sragen, Sabtu (3/10/2020) pukul 02.00 WIB, ternyata tak lama lagi akan menikah.

Menurut rencana korban meninggal dunia bernama Dedek Faisal Zakaria, 26, warga Blitar, Jawa Timur, itu akan menikah 11 Oktober mendatang. Saat kecelakaan almarhum Dedek mengemudi mobil Honda City berpelat nomor AB 1411 RU.

Selain Dedek, dua penumpang sedan yang terlibat kecelakaan di tol Sragen tersebut juga meninggal dunia. Mereka adalah sepasang suami istri Aditya Pradana, 31, dan Rezka Paranita Putri, 28, yang keduanya tinggal di Sleman, DIY.

Kecelakaan Maut di Jalan Magelang Jogja, Ada Miras di Mobil Ringsek, Korban Mabuk?

Dalam kecelakaan maut di tol Sragen itu hanya putri Aditya-Rezka, yang berumur 1,5 tahun, yang selamat.

Pihak keluarga dari Sleman, DIY, dan Blitar, Jawa Timur, menjemput jenazah tiga korban kecelakaan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Sabtu (3/10/2020) siang.

Fakta mengenai nasib malang salah satu korban meninggal dunia tersebut terungkap saat anggota keluarga mengurus penjemputan jenazah di RSUD Sragen.

Virtual Amazing Batik: Inovasi Mengemas Batik dalam Beragam Fashion

Pernikahan Digelar di Blitar

Seorang saudara korban, Agus Eko Sulistyo, 59, warga Nusukan, Banjarsari, Solo, diminta mengurus perlengkapan untuk pemulangan jenazah dalam …

Ogah Kecolongan, Setiap Pasien Masuk RSUD Sragen Wajib Rapid Test

Ogah Kecolongan, Setiap Pasien Masuk RSUD Sragen Wajib Rapid Test

PDP covid-19 RSUD sragen rapid test pasien

Solopos.com, SRAGEN — RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen mengambil kebijakan melakukan screening seluruh pasien rawat inap yang masuk lewat Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun poliklinik dengan pemeriksaan rapid test.

Kebijakan itu diambil lantaran RSUD Sragen tak ingin kecolongan dengan adanya tenaga kesehatan (nakes) yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 18 orang per Selasa (18/8/2020).

Sebanyak 18 nakes itu asimtomatik dan menjalani isolasi mandiri di RSUD Sragen. Direktur RSUD Sragen dr Didik Haryanto saat ditemui Solopos.com, Selasa sore, menjelaskan nakes tersebut tidak semuanya tenaga medis.

Mal Pelayanan Publik Jenderal Sudirman Solo Diresmikan, Ini Layanan Yang Bisa Diakses

Di antara tenaga medis positif Covid-19 yang membuat RSUD Sragen mengambil kebijakan wajib rapid test bagi pasien itu ada pula dari petugas cleaning service. Juga petugas dorong amben pasien, petugas keamanan (security), dan tenaga administrasi.

“Per kemarin [Senin, 17/8/2020], jumlah nakesnya 13 orang, sekarang 14 orang. Kasus nakes yang terkonfirmasi positif meledak ini karena pasien tidak jujur. Kalau prosedur tetap [protap] di RSUD itu ada zona-zonanya. Setiap zona ada APD [alat pelindung diri] yang disesuaikan, misalnya level I, II, atau III,” jelas Didik.

Pasien Tidak Jujur

Dia menjelaskan banyaknya nakes positif Covid-19 itu diduga karena terjadi penularan di luar ruang isolasi. Dia mengatakan semua …

Cabup Yuni: Pilkada Sragen Akan Lebih Kondusif Kalau Lawan Kotak Kosong!

Cabup Yuni: Pilkada Sragen Akan Lebih Kondusif Kalau Lawan Kotak Kosong!

cabup yuni pilkada sragen

Solopos.com, SRAGEN — Bupati Sragen yang juga calon bupati atau cabup petahana Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyatakan Pilkada Sragen akan lebih kondusif, lebih tidak ingar-bingar, dan lebih adem kalau melawan kotak kosong.

Namun, Yuni yang berpasangan dengan Suroto pada Pilkada Sragen 2020 ini tidak ingin jemawa dan tidak boleh menganggap enteng karena masih ada partai politik yang belum mengambil sikap politik.

Yuni maju lewat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan berpasangan dengan Suroto dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pasangan Yuni-Suroto diusung lima parpol dengan kekuatan 33 kursi di DPRD.

Gowes di Mana Saja, Solopos Virtual Cycling 2020 Bisa Pilih Waktu 2 Hari

Parpol terakhir yang memberikan rekomendasi untuk cabup Yuni dan cawaup Suroto di Pilkada Sragen 2020 adalah Partai Golkar pada Rabu (12/8/2020) lalu.

Dua parpol lain yang resmi mengusung Yuni-Suroto adalah Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN). Sementara masih ada tiga parpol yang belum mengeluarkan rekomendasi untuk Pilkada Sragen, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra, dan Partai Nasdem.

Semua Ada Tantangannya

“Demokrasi kan sah-sah saja ta. Mau ada lawannya atau tidak ada lawannya itu sudah diatur di undang-undang kok. Ya sudah, tidak masalah. Semua itu ada tantangan tersendiri. Melawan kotak kosong ada tantangannya. Ada lawannya juga punya …