Solopos Lawan Covid-19

Wapres Syaratkan Fatwa Halal dan Izin BPOM Sebelum Vaksinasi Covid-19

Wapres Syaratkan Fatwa Halal dan Izin BPOM Sebelum Vaksinasi Covid-19

Wakil Presiden berkunjung sendirian

Solopos.com, JAKARTA – Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan prasyarat dikeluarkannya fatwa halal dan izin dari Food and Drug Administration terkait penggunaan vaksin Covid-19. Menurut dia vaksinasi virus korona baru akan dilakukan setelah terbitnya fatwa kehalalan vaksin Covid-19 dan rekomendasi dari BPOM.

Keputusan tersebut merupakan kesepakatan antara pemerintah dan ulama terkait pendistribusian dan penggunaan vaksin Sinovac yang akan dilakukan dalam waktu dekat. "Soal izin dan fatwa halal sudah ada kesepakatannya," kata juru bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi di Istana Wakil Presiden Jakarta melalui keterangan tertulis yang diterima. Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Rabu (6/1/2021).

Meski sudah didistribusikan, Wakil Presiden Ma'ruf Amin memastikan proses vaksinasi harus menunggu izin BPOM dan MUI. Distribusi dilakukan sejak awal untuk memastikan vaksinasi dapat dilakukan secara bersamaan. “Wilayah kita adalah negara kepulauan. Jadi harus dilakukan dari awal,” ujarnya.

5 Simbol Ini Kata Fengsui Membawa Rezeki Pulang

Terkait fatwa MUI, kata Masduki, Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap sertifikasi bisa selesai sebelum 13 Januari 2021. Saat ini, MUI tinggal menunggu pelaksanaan sidang fatwa terkait benar atau tidaknya Sinovac buatan China. vaksin untuk vaksinasi Covid-19. “Uji lapangan sudah selesai,” jelasnya.

Terkait vaksin lain yang akan masuk ke Indonesia, kata Masduki, rencananya vaksin baru akan tiba pada April atau …

Salatiga Batasi Ibadah Natal Cegah Covid-19

Salatiga Batasi Ibadah Natal Cegah Covid-19

Walikota Salatiga Yuliyanto. (Semarangpos.com-Humas Setda Salatiga)

Solopos.com, SALATIGA – Pemerintah Kota Salatiga, Jawa Tengah mengimbau penyelenggaraan ibadah Natal secara terbatas dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Kebijakan ini harus dilakukan mengingat Kota Salatiga saat ini berada di zona merah sebaran Covid-19.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan, permohonan pembatasan pelaksanaan ibadah Natal sudah disampaikan kepada Badan Kerjasama Gereja (BKGS) Salatiga. Dengan langkah antisipatif tersebut, Pemerintah Kota Salatiga berharap dapat menekan angka penularan Covid-19 di salah satu kota di Jawa Tengah.

“Kita semua harus waspada dan memahami kondisi ini. Ini salah satu upaya kita mengendalikan penyebaran Covid-19,” kata Yuliyanto, Rabu (16/12/2020).

6 Tanda Zodiak Ini Mungkin Menjadi Mitra Terbaik Anda Saat Liburan

Selain pembatasan ibadah natal, Yuliyanto juga akan memberlakukan pembatasan kegiatan malam tahun baru di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Acara malam tahun baru akan diisi dengan doa bersama. “Ini acara sholat tertutup dan buka tahun. Tujuannya agar Allah segera menghentikan pandemi dan hidup berjalan normal kembali,” terangnya.

Perayaan Terlarang

Saat malam tahun baru, kafe dan hotel juga dilarang mengadakan acara atau pesta perayaan. Bagi yang melanggar, pihaknya tidak segan-segan membubarkan diri. “Seharusnya tidak ada acara, satgas dan tim gabungan akan patroli. Nanti kalau ada yang melanggar akan kami tindak tegas,” kata Yuliyanto.

Waspada, 4 Zodiak Ini Sering