Bisnis

Ini Pilihan Sri Mulyani Bangkit dari Resesi

Ini Pilihan Sri Mulyani Bangkit dari Resesi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan wawancara eksklusif dengan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di Jakarta, Jumat (22/11/2019). (Bisnis-Abdullah Azzam

Solopos.com, JAKARTA – Sejak awal, Sri Mulyani Indrawati yang dipilih Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Keuangan diyakini oleh sejumlah kalangan mampu andal mengawal perekonomian Indonesia. Saat Indonesia memasuki jurang resesi ekonomi, diyakini akan cukup ampuh untuk mengakhirinya.

Di tengah resesi ekonomi ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini pengadaan vaksin dan penanganan Covid-19, serta konsumsi menengah-atas menjadi kunci untuk bangkit dari resesi ekonomi saat ini.

Kamar untuk Kualitas Tidur Lebih Baik Menurut Feng Shui

Dia menduga konsumsi rumah tangga kelas menengah ke atas masih terbatas akibat kondisi wabah virus korona belum berakhir. Padahal, karakter barang konsumsi rumah tangga kelas menengah ke atas didominasi oleh barang dan jasa yang sensitif terhadap mobilitas.

Pulihkan Konsumsi

Ia pun yakin, pemberian vaksin dan perbaikan penanganan Covid-19 akan mendorong masyarakat kelas atas untuk kembali meningkatkan konsumsi. “Dengan adanya Covid-19 yang mobilitasnya terbatas, konsumsi kelas menengah ke atas juga terkendali,” kata Sri Mulyani, Kamis (5/11/2020).

Jaga Kekebalan Tubuh Selama Pandemi, Begini Cara Memicu Hormon Bahagia

Sri Mulyani menambahkan, pemerintah telah melakukan upaya untuk memperbaiki penanganan Covid-19 dan mempercepat penemuan vaksin guna mengentaskan perekonomian Indonesia dari resesi. Menurut dia, vaksin tersebut akan mampu mengembalikan tren konsumsi rumah tangga. Sehingga diharapkan perbaikan dan diyakini terjadi pada triwulan IV …

Pertamina Tersingkir dari 500 Perusahaan Terbesar versi Fortune Global 500

Pertamina Tersingkir dari 500 Perusahaan Terbesar versi Fortune Global 500

Solopos.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) tersingkir dari daftar 500 perusahaan dengan pendapatan terbesar di dunia versi Fortune atau Fortune Global 500 tahun 2020.

Padahal pada 2019, Pertamina sukses berada di posisi 175 di daftar tersebut. Pertamina menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk ke daftar Fortune Global 500 pada 2019. Kini, Pertamina harus terlempar dari posisi 500 besar pada 2020.

Padahal, perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) tersebut menargetkan dalam jangka menengah perseroan dapat masuk ke dalam daftar Top 100 Fortune Global 500 pada 2026.

2 Kasus Baru Covid-19 di Klaten dari Juwiring & Jatinom, Diduga Terpapar di Jakarta

Dalam keterangannya yang dikutip Bisnis.com, 500 perusahaan terbesar dunia menghasilkan pendapatan US$33,3 triliun dan laba US$2,1 triliun pada tahun 2019.

Bersama-sama, perusahaan Fortune Global 500 tahun ini mempekerjakan 69,9 juta orang di seluruh dunia dan diwakili oleh 32 negara.

Walmart menjadi perusahaan dengan pendapatan terbesar pada 2019, yakni US$523,96 miliar. Selanjutnya, Sinopec Group US$407 miliar, State Grid US$383,91 miliar, China National Petroleum US$379,13 miliar, dan Royal Dutch Shell US$352,11 miliar.

Kembali Kritik Jokowi, Amien Rais Bicara Politik Belah Bambu hingga Koncoisme

Alibaba Group Peringkat 132

Adapun, Alibaba Group Holding besutan Jack Ma hanya berada di posisi 132, dengan raihan pendapatan …