berita sragen

91,56% Orang Tua di Sragen Setuju PTM Digelar

91,56% Orang Tua di Sragen Setuju PTM Digelar

ppdb smpn karanganyar 2021 ptm smpn smpn internet gratis kuota smp klaten sragen kekurangan ppdb wonogiri siswa belajar di rumah siswa boyolali ppdb siswa solo 2020 belajar di rumah sekolah klaten skenario jalur penegasan ppdb ppdb smp klaten smp klaten internet kuota untuk siswa sragen masuk pembelajaran tatap muka siswa Wonogiri Boyolali bantuan pulsa sukoharjo tes pembelajaran seluler tatap muka untuk pembelajaran solo klaten telah ditunda pembelajaran tatap muka untuk simulasi SMP solo PTM SMPN 4 Solo SMP Sawit dipindahkan Boyolali Klaten, kota simulasi Sragen

Solopos.com, SRAGEN – Sebanyak 97.664 orang tua (91,56%) untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sragen menyetujui pembelajaran tatap muka atau PTM yang simulasi mulai Senin (29/3/2021).

Sedangkan sebanyak 9.001 orang tua (8,44%) masih belum setuju dengan PTM karena masih khawatir dengan penyebaran Covid-19 dan berada di lokasi zona merah.

Kuesioner dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen kepada 110.829 siswa & # 39; orang tua sebagai dasar penerapan PTM di Sragen. Kepala Kurikulum Pengembangan Sekolah Menengah Pertama Disdikbud Sragen Sukisno saat dihubungi Solopos.com, Minggu (28/3/2021), mengatakan pengisian kuisioner menggunakan aplikasi google form atau formulir kertas yang dilakukan di setiap sekolah.

Baca Juga: All New Isuzu MU-X Dipamerkan di Bangkok International Motor Show 2021

Dari hasil angket tersebut, Sukisno menyampaikan bahwa jumlah siswa & # 39; orang tua yang menyetujui PTM adalah 91%. Ia mengatakan, data tersebut masih bersifat sementara karena masih ada orang tua yang belum mengisi kuesioner.

“Datanya masih harus dicek silang. Pendataan dari kami harus disertai tanda tangan kepala sekolah. Memang ada orang tua yang belum mengisi kuisioner. Jadi data untuk semua sekolah dari jenjang PAUD / TK, SD, dan SMP di Sragen, ”kata …

Pemkab Sragen Bakal Ikuti Jejak Pemprov Jateng dengan Menaikkan UMK 2021

Pemkab Sragen Bakal Ikuti Jejak Pemprov Jateng dengan Menaikkan UMK 2021

Pelonggaran PSBB

Solopos.com, SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen berpeluang mengikuti jejak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yakni menaikkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) pada 2021. Keputusan tentang UMK baru akan dibahas dan diputuskan pada November 2020.

Plt Bupati Sragen Dedy Endriyatno mengatakan, nilai UMK di Sragen pada tahun 2021 ditentukan dengan mengakomodir semua kepentingan, pengusaha, industri, buruh, dan inflasi. UMK Sragen 2021 berpotensi meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.815.914 / bulan.

Penjelasan tersebut disampaikan Dedy saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Sragen, Senin (11/2/2020). Dedy menyampaikan nilai UMK Sragen 2021 akan dibahas dengan Dewan Pengupahan pekan ini. Ia melihat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sudah menetapkan UMK dan hal ini segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Sragen.

Korban lain berjatuhan, petani Sragen tewas tersengat perangkap tikus di persawahan

“Keputusan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) dan Gubernur Jawa Tengah tentang UMK 2021 akan dipertimbangkan. Selain itu, kami juga memperhatikan semua kepentingan, baik dari sisi pengusaha, industri, buruh dan inflasi. Kami akan Coba lihat kemungkinan di tingkat daerah, Soloraya dan nasional. Kalau potensi meningkat kenapa tidak, tapi semua kepentingan harus dilindungi, ”ujarnya.

Dedy menilai UMK di Sragen kemungkinan besar akan bertambah. Ia mengatakan akan mempelajari kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dalam pembahasan UMK.

Sementara itu, mantan Ketua Serikat Pekerja …