Badan Bergerak Sendiri, Hati-hati Alami Tourette Syndrome, Ma!

sumber: instagram

Baru-baru ini sebuah video viral tentang seorang gadis cantik di dalam mobil merekam dirinya sendiri ketika anggota tubuhnya lepas kendali. Ia sering menabrak kaca depan dan anggota tubuhnya sendiri. Video diunggah oleh akun @infounik_id. Ternyata gadis itu mengalaminya sindrom tourette. Pernahkah Mampaps mendengar tentang penyakit yang satu ini?

Di kolom komentar yang diunggah, terdapat banyak kalimat dukungan untuk sang gadis dalam video tersebut. Tak hanya itu, netizen juga berbagi pengalaman serupa, yakni tidak bisa mengontrol anggota tubuhnya (yang bergerak sendiri). Namun, disebut juga apakah kondisi yang dialami oleh netizen sindrom tourette? Sebenarnya apa sih sindrom itu?

Apa itu Sindrom Tourette

Lihat posting ini di Instagram

Kasihan 😭 . . Sumber: thistrippyhippie follow @infounik_id, untuk hiburan lainnya dan don & # 039; t lupa untuk menandai teman Anda 💜 #infounik_id #info #unik #id

Sebuah pos dibagikan oleh INFO UNIK ID (infounik_id) pada 28 Sep, 2020 pukul 12:31 pagi PDT

Sindrom Tourette merupakan gangguan kesehatan bawaan yang menyerang sistem saraf manusia. Sindrom ini membuat seseorang tidak bisa mengontrol gerakan tubuhnya bahkan kata-kata yang keluar dari mulutnya. Ini telah dialami sejak orang itu masih bayi dan bahkan hingga dewasa. Sindrom ini dapat menyebabkan gerakan tak sadar di berbagai bagian tubuh, seperti tangan, kaki, dan wajah.

Dalam kasus lain, sindrom tourette juga dapat menghasilkan suara atau ucapan yang tidak normal dari mulut, yang tentunya juga tidak dapat dikendalikan oleh penderitanya. Serangan sindrom Tourette bisa serius dan berdampak pada orang-orang di sekitarnya. Para peneliti mengatakan bahwa sindrom Tourette lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan.

Sebab Sindrom Tourette

Belum ada penelitian yang menunjukkan penyebab sindrom ini dengan jelas dan pasti. Namun dilihat dari kondisinya, para ahli menduga ada kondisi yang bisa menjadi faktor penyebab sindrom Tourette, yaitu:

  1. Genetik. Sindrom ini diyakini oleh para ahli diturunkan dari orang tua ke anak. Meski begitu, belum ada jurnal yang memastikan kepastiannya.
  2. Ada kelainan struktural di otak. Dilihat dari kondisinya, kemungkinan terdapat kelainan pada struktur otak seperti basal ganglia, cortex hingga lobus frontalis serta indikasi adanya gangguan neurotransmitter (dopamn, norepinefrin, dan serotonin).

Baca juga: Lakukan 5 Hal Ini Cegah Anak Terlahir Down Syndrome!

Menyelesaikan Sindrom Tourette

Sindrom Tourette yang tergolong kronis belum ditemukan obatnya. Meski begitu, masih ada penanganan yang bertujuan untuk mengendalikan serangan tics yang dapat mengganggu aktivitas. Ini hanya boleh dilakukan pada orang dengan sindrom Tourette dengan gejala parah. Sedangkan penderita tics ringan tidak membutuhkan pengobatan. Biasanya dokter menerapkan dua metode untuk menangani Tourette Syndome, yaitu minum obat dan terapi perilaku.

Obat

Beberapa obat yang biasanya akan diberikan kepada penderita sindrom Tourette adalah:

  • Pengobatan ADHD, untuk meningkatkan konsentrasi.
  • Obat antipsikotik, membantu pasien dalam mengontrol serangan tics
  • Injeksi botulinum (Botox). membantu meringankan serangan tics dan vokal
  • Obat antidepresan, mengurangi gejala kecemasan, kesedihan, dan OCD
  • Penghambat adrenergik sentral, biasanya diberikan kepada pasien yang memiliki riwayat hipertensi
  • Obat anti kejang

Namun, obat ini tidak dapat dikonsumsi tanpa resep dokter. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat untuk mengobati sindrom ini, silakan hubungi dokter Anda.

Terapi perilaku

Sindrom Tourette bukanlah gangguan jiwa, jadi terapi yang diberikan sebatas membantu menenangkan saat tics tiba-tiba muncul. Salah satu bentuk terapi sindrom Tourette adalah Intervensi Perilaku Komprehensif untuk Tics, atau CBIT. Tidak hanya pasien yang diberi arahan tetapi anggota keluarga dan orang terdekat juga diberikan edukasi tentang cara menghadapi serangan tics yang mungkin kambuh pada pasien.

Mencegah Sindrom Tourette

Tidak ada data yang menunjukkan bagaimana mencegahnya sindrom tourette, bisa dibilang sindrom ini tidak bisa dicegah.

Baca Juga: Sindrom Moebius, Bayi Tanpa Ekspresi? Bagaimana bisa?

Serangan tics yang terjadi pada penderita sindrom ini berulang. Ini harus menjadi fokus orang tua untuk penanganan dari rumah. Mampaps dapat melakukan ini dengan mencari informasi dan memberikan dukungan kepada si kecil Anda yang didiagnosis dengan sindrom ini.

Postingan Bergerak Sendiri, Waspadai Sindrom Tourette, Ma! muncul pertama kali di Mamapapa.id.

Baca:  Awas Ma, Masalah Psikis Bisa Sebabkan Anak Susah Makan Lho!