7 Panduan Memilih Makanan untuk Penderita Gastroparesis

Gastroparesis adalah kelainan medis yang menyebabkan pengosongan lambung lambat. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Anda perlu mengubah, memilih, dan mengatur makanan yang tepat. Apa panduan diet untuk gastroparesis?

Pahami kondisi gastroparesis

makanan untuk gastroparesis

Gastroparesis adalah suatu kondisi medis yang menyebabkan pengosongan lambung lambat. Ini terjadi karena gerakan normal otot perut yang seharusnya mendorong makanan melalui saluran pencernaan tidak berfungsi dengan baik atau melambat.

Gejala yang ditimbulkan pada penderita gastroparesis adalah perut kembung, sensasi terbakar di dada (maag), mual, muntah, dan sakit perut. Tingkat keparahan penyakit ini bisa ringan hingga berat.

Pada kondisi yang ringan akan menimbulkan sedikit gejala namun pada kondisi yang parah akan menimbulkan komplikasi seperti malnutrisi, dehidrasi, dan kondisi gula darah yang tidak teratur.

Penyebab gangguan pencernaan ini belum diketahui secara pasti, diduga ada kaitannya dengan gangguan sinyal saraf di perut. Beberapa kasus yang terkait dengan kondisi ini termasuk lupus, diabetes, dan prosedur operasi bariatrik.

Aturan memilih makanan untuk gastroparesis

Diet untuk gastroparesis terutama melibatkan perubahan pola makan, diikuti dengan pengobatan sebagai pilihan tambahan. Di bawah ini adalah panduan memilih makanan bagi penderita gastroparesis.

1. Makan dalam porsi kecil

Dengan lebih sedikit makanan yang masuk, ini akan membantu meringankan kerja perut untuk mengosongkan perut. Porsi kecil ini juga bisa membantu mencegah perut kembung pada penderita gastroparesis.

Karena porsi makanan harus kecil, penderita gastroparesis perlu makan sekitar 6 kali atau lebih dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

2. Makanan harus dikunyah dengan baik

Orang dengan gastroparesis perlu mengunyah makanannya sampai benar-benar halus. Mereka tidak bisa sembarangan mengunyah seperti orang pada umumnya yang hanya mengunyah makanan beberapa kali lalu menelan.

Baca:  Mengenal ASI: Jenis, Warna, Kandungan, dan Kebutuhan Harian untuk Bayi

Makanan yang masuk masih dalam bentuk besar karena kurang dikunyah membuat organ pencernaan bekerja lebih keras. Makanan yang tidak terurai dengan baik di perut akan membuat makanan sulit dipindahkan dari perut ke usus kecil.

3. Hindari berbaring selama dan setelah makan

Makan sambil berbaring bisa menunda pengosongan lambung. Anda harus menunggu tiga jam setelah makan untuk berbaring agar makanan dicerna. Kesulitan dalam mengosongkan perut saat berbaring disebabkan pengaruh gaya gravitasi.

Berbaring selama atau setelah makan menyebabkan refluks (asam lambung naik) ke dalam mulut. Kondisi ini akan semakin memperburuk penderita gastroparesis untuk mengosongkan perutnya setelah makan.

4. Minum suplemen harian

Kebanyakan orang dengan gastroparesis berisiko lebih besar mengalami kekurangan nutrisi.

Oleh karena itu, beberapa penderita gastroparesis disarankan untuk mengonsumsi multivitamin dan suplemen multimineral setiap hari untuk mencegah kekurangan nutrisi. Selain itu juga untuk menjaga kondisi kekurangan gizi agar tidak semakin parah.

Siapa yang Harus Mengonsumsi Suplemen Multivitamin?

5. Makanan dalam bentuk cair

Jika mengurangi porsi makan tidak berhasil dan melunakkan makanan tetap menimbulkan gejala yang semakin parah, langkah selanjutnya adalah menumbuk makanan dalam blender dan membuat makanan tersebut hingga bertekstur cair.

Orang dengan gastroparesis lebih mudah menerima cairan daripada makanan padat. Mengosongkan cairan di lambung berbeda dengan mengosongkan makanan padat, sehingga memudahkan penderita gastroparesis untuk melakukannya.

6. Batasi makanan yang mengandung lemak tinggi

Makanan untuk gastroparesis yang kurang baik adalah makanan berlemak tinggi. Sebab, lemak bisa menunda pengosongan makanan di perut, sehingga jenis makanan ini perlu dibatasi.

Namun, bukan berarti penderita gastroparesis dilarang mengonsumsi lemak. Karena itu, pilihlah makanan yang mengandung lemak sehat.

Baca:  Sabun Susu Kambing Lebih Baik dari Sabun Mandi Biasa, Benarkah?

Minuman mengandung lemak seperti itu smoothie atau milkshake lebih mudah dicerna daripada lemak pada makanan padat. Membatasi daging berlemak dan produk olahan susu berlemak tinggi juga dapat membantu mengurangi keparahan gejala yang muncul.

7. Jalani diet rendah serat

Serat pada dasarnya dibutuhkan oleh tubuh. Namun serat ini harus diperhatikan terutama bagi penderita gastroparesis yang mengalami gangguan pada sistem pencernaannya.

Serat-serat tersebut menunda pengosongan lambung dan mengikat zat serta berkumpul membentuk suatu formasi yang disebut benzoar, sehingga hal ini dapat menyebabkan penyumbatan pada lambung penderita gastroparesis.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda melakukan diet rendah serat dengan menghindari makanan berserat tinggi dan keras seperti:

  • buncis atau buncis kering (kacang panggang, kacang polong, miju-miju, kacang hitam, kacang merah, kedelai),
  • sereal gandum utuh,
  • buah-buahan (blackberry, jeruk, stroberi, kiwi, apel),
  • buah kering (aprikot, kurma, buah ara, plum, kismis),
  • sayuran (brokoli), juga
  • jagung meletus.

4 Cara Mudah Memenuhi Kebutuhan Serat Harian Anda

Sudah cukup ke dokter atau mengubah pola makan Anda?

Bila pemilihan makanan untuk gastroparesis sudah baik dan sesuai anjuran tetapi gejalanya tidak mereda, maka sebaiknya ke dokter. Mungkin itu pertanda tubuhmu butuh perlakuan khusus.

Perawatan yang akan diberikan antara lain obat untuk mempercepat pengosongan lambung dan obat untuk mengurangi mual dan muntah.

Anda juga diminta untuk menghindari obat-obatan yang memiliki efek memperlambat pengosongan lambung dan memperparah gejala gastroparesis seperti antasida dan antikolinergik.

Postingan 7 Pedoman Memilih Makanan untuk Penderita Gastroparesis muncul pertama kali di Hello Sehat.