4 Jenis Obat Meriang yang Bisa Dibeli di Apotek

Tahukah Anda sebenarnya apa itu meriang? Istilah ini biasnya digunakan saat Anda merasa tidak enak badan. Kondisi ini sangat umum terjadi, tapi Anda tetap perlu beristirahat dan minum obat jika kondisinya membuat Anda menjadi tidak nyaman. Apa saja obat yang cocok untuk mengatasi meriang? Berikut daftar obat meriang yang bantu meringankan gejala.

Daftar obat meriang yang ada di apotek

Secara harfiah, meriang menandakan tubuh sedang mengalami demam. Kondisi terjadi ketika tubuh mengalami peradangan yang sering disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau zat asing lainnya yang dianggap dapat membahayakan tubuh.

Gejalanya ditandai dengan suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celcius, tidak nafsu makan karena lemas dan mulut terasa pahit, kepala pusing, serta tubuh menggigil disertai keringat. Untuk mengurangi gejala, Anda bisa minum obat meriang seperti berikut ini.

1. Acetaminophen (paracetamol)

acetaminophen paracetamol

Obat ini dikenal juga sebagai paracetamol, gunanya untuk menurunkan suhu tubuh Anda yang naik akibat demam. Obat ini juga sering digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang serta meredakan flu atau pilek, sakit kepala, gejala menstruasi, sakit gigi, dan sakit punggung.

Ada banyak produk obat acetaminophen yang tersedia dan cara minumnya pun beragam. Misalnya tablet kunyah, pil, atau sirup. Selalu baca aturan minum dengan cermat dan jangan mengonsumsinya lebih dari dosis yang disarankan. Biasanya dosis obat ditentukan berdasarkan usia.

Selain itu, jangan minum obat ini lebih dari 10 hari untuk orang dewasa atau 5 hari untuk anak-anak, kecuali sudah mendapatkan izin dari dokter. Waspadai beberapa efek samping seperti ruam, gatal, wajah atau lidah bengkak, pusing berat, atau kesulitan bernapas.

Segera periksa ke dokter jika kondisi Anda tidak membaik atau bila Anda memiliki riwayat penyakit hati, diabetes, fenilketonuria, atau dalam kondisi hamil atau menyusui sebelum mengonsumsi acetaminophen.

Baca:  Yang Harus Dilakukan Pria Menjelang Malam Pertama

2. Ibuprofen (Motrin atau Advil)

ibuprofen
Sumber: NBC News

Obat ini digunakan untuk mengurangi rasa sakit dari berbagai kondisi seperti sakit kepala, sakit gigi, kram perut saat haid, nyeri otot, dan radang sendi. Namun, ibuprofen sering juga digunakan untuk meredakan demam, flu, atau pilek. Ibuprofen bersifat antiradang yang bekerja dalam tubuh untuk menghalangi zat alami tertentu yang bisa menyebabkan peradangan, pembengkakan, atau nyeri ketika Anda sedang meriang.

Baca aturan minum sebelum mengonsumsi obat ini. Sesuaikan dosis obat dengan usia. Obat ini biasanya diminum setiap 4 sampai 6 jam dengan segelas air putih. Disarankan untuk tidak berbaring 10 menit setelah obat diminum. Sakit perut, mual, muntah, diare, sembelit, dan mengantuk adalah efek samping yang mungkin bisa Anda rasakan setelah obat diminum.

Efek samping berat bisa membuat tubuh mudah memar, denging di kepala, leher kaku, perubahan penglihatan, atau kelelahan. Jika obat diminum lebih dari tiga hari tapi kondisi tidak membaik atau malah bertambah parah, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.

3. Naproxen

naproxen
Sumber: MIMS

Selain ibuprofen, naxproxen juga bisa digunakan untuk obat pereda nyeri, seperti sakit kepala, sakit gigi, tendonitis, dan nyeri haid, serta asam urat dan radang sendi. Cara kerjanya sama seperti ibuprofen yang mencegah peradangan pada tubuh.

Baca dulu aturan minum dan sesuaikan dosis dengan usia Anda. Biasanya diminum 2 atau 3 kali sehari dengan segelas air dan tidak diperkenankan untuk berbaring setidaknya 10 menit setelah obat diminum.

Efek samping dari obat ini adalah sakit kepala, pusing, mengantuk, mual, dan nyeri pada ulu hati. Konsultasikan penggunaan obat terlebih dahulu bila Anda memiliki gangguan tekanan darah karena obat ini berisiko bisa menurunkan tekanan darah.

Baca:  Moisturizer Dulu Atau Sunscreen? Ini Urutan Pemakaian yang Benar

4. Aspirin

aspirin
Sumber: Reader’s Digest

Obat ini dapat menurunkan demam sekaligus meredakan nyeri akibat sakit gigi, sakit kepala, atau nyeri otot. Cara kerjanya sama seperti ibuprofen dan naproxen. Selain itu, bisa juga digunakan untuk mencegah pembekuan darah yang berisiko mengakibatkan serangan jantung atau stroke. Itulah sebabnya obat ini juga dikenal sebagi obat pengencer darah. Konsultasikan terlebih dahulu jika aspirin digunakan untuk anak dibawah usia 12 tahun.

Obat hanya boleh diminum dengan dosis kecil untuk mengatasi meriang. Anda tidak diperbolehkan menggunakan obat ini lebih dari 3 hari, kecuali sudah diizinkan dokter. Segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut jika setelah minum aspirin Anda merasakan lemah pada satu sisi tubuh, mengalami gangguan penglihatan atau gangguan bicara, dan sakit kepala disertai leher kaku dan muntah-muntah.

The post 4 Jenis Obat Meriang yang Bisa Dibeli di Apotek appeared first on Hello Sehat.