2 Tahun Eks Kasat Reskrim Wonogiri Kompol Aditia Terbaring, Badan Sehat Tapi Tak Merespons Apa Pun

Komisaris Aditia Mulya Ramdhani
Komisaris Aditia Mulya Ramdhani

Solopos.com, JAKARTA – Keluarga mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Wonogiri, Kompol Aditia Mulya Ramdhani, tanpa lelah mencari pengobatan demi kesembuhan polisi yang menjadi korban pengeroyokan brutal ketika kedua kelompok silat tersebut dibubarkan.

Namun meski sudah hampir dua tahun, kondisi Kompol Aditia Mulya belum juga pulih. Istri Kompol Aditia, Dewi Setiawati, kepada wartawan, Jumat (5/2/2021) mengungkapkan kondisi suaminya saat ini.

Dewi mengatakan Kompol Aditia tidak bisa menanggapi pembicaraan dan kontak mata.

“Sebenarnya tubuh saya dalam kondisi baik, suami saya mengalami kerusakan otak. Otak, kita tahu bahwa salah satu organ di tubuh manusia yang tidak bisa diperbaiki adalah otak. menanggapi terserah, kontak mata belum. Tapi badannya sehat, ”jelasnya.

Baca Juga: Sempat Bingung, Isteri Polri Bersyukur Bertanggung Jawab atas Biaya Pengobatan Kompol Aditia

Dalam kesempatan itu, Dewi berharap agar suaminya lekas sembuh, sehingga bisa mengenal dirinya dan anaknya.

“Ya, paling tidak dulu suami saya sehat. Saya tahu ini istri saya, ini anaknya,” ujarnya.

Selama dua tahun terakhir, Kompol Aditia terbaring di tempat tidur. Dewi mengatakan bahwa pihak keluarga masih berusaha merawat Kompol Aditia.

Baca juga: Hujan Lebat, Banjir Semarang

Salah satunya dengan menjalani terapi sel punca di RS Islam Sultan Agung Semarang, Jawa Tengah. Dewi menjelaskan, rumah sakit tersebut memiliki laboratorium sel punca yang bisa digunakan untuk pengobatan suaminya.

“Suamiku belum bisa melakukan kontak mata atau merespon apapun dengan baik. Kami sedang mengerjakan stem cell bekerjasama dengan RS Unisula (Universitas Islam Sultan Agung) Semarang, karena di sana ada laboratorium stem cell,” kata Dewi.

Cedera Kepala Serius

Diketahui bahwa Aditia pernah menjadi korban pemukulan saat membubarkan dua kelompok silat di Wonogiri, Jawa Tengah pada 8 Mei 2019. Saat kejadian tersebut, Aditia menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Wonogiri berpangkat AKP. .

Baca:  Disebut Terlibat Kasus Korupsi Bansos Kemensos, Segini Dana Kampanye Gibran Rakabuming

Saat itu, sekelompok orang sedang dalam iring-iringan dan hendak menghancurkan tugu berlambang perguruan silat tersebut. Namun Aditia pada saat itu sedang menyamar dan terpisah dari pasukannya. Dia juga menjadi sasaran massa.

Akibat kejadian ini, Aditia juga mengalami luka yang cukup parah di bagian kepalanya, tepatnya di belakang telinganya. Luka-luka tersebut dialami tersangka saat menyiksa mereka dengan menggunakan kayu, bambu, dan tangan kosong.

Baca juga: Sejarah Hari Ini: 6 Februari 1958 Tragedi Munich Tewaskan Pemain MU

Lebih lanjut, Dewi Setiawati mengaku bersyukur atas bantuan dari Polri yang akan menanggung semua biaya pengobatan untuk suaminya.

Dewi mengaku bersyukur seluruh pengobatan suaminya akan ditanggung oleh Polri. Dewi mengatakan, Jumat sore dihubungi langsung Kepala Staf Pribadi (Spripim) Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dewi mengatakan bahwa semua perawatan dari Kompol Aditia akan ditanggung oleh Polisi. Kedua perawatan tersebut dilakukan di dalam dan luar negeri. Hal ini sebagai bentuk kepedulian Jenderal Sigit dan Juliati Sigit Prabowo selaku Ketua Umum Bhayangkari.

Dewi mengucapkan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dewi sebelumnya sempat bingung dengan biaya pengobatan.

Postingan 2 Tahun Bareskrim Wonogiri Kompol Aditia Lay, Berbadan Sehat Tapi Tak Menanggapi Apa pun muncul pertama kali di Solopos.com.